Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemendikbud Kaji Agar Pendidikan Moral Pancasila Tak Tambah Mata Pelajaran

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pengkajian untuk menerapkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yang dikenal dengan sebutan PMP mulai tahun 2019.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh - Bisnis.com 30 November 2018  |  13:08 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy - Bisnis.com/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy - Bisnis.com/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pengkajian untuk menerapkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yang dikenal dengan sebutan PMP mulai tahun 2019.

Upaya pengkajian tersebut dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Pusat Pengkajian Pancasila Universitas Negeri Malang, di Kota Malang, Jawa Timur.

“Penerapan mata pelajaran PMP sedang dikaji. Kita masih carikan solusi jangan sampai menambah pelajaran,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, dikutip dari keterangan resmi Kemendikbud, Jumat (30/11/2018).

Muhadjir mengatakan, untuk penerapan kembali mata pelajaran PMP Kemendikbud meminta saran dari berbagai pihak.

“Pendidikan Moral Pancasila merupakan wujud penanaman nilai-nilai Pancasila yang dapat diberikan sejak Taman Kanak-kanak (TK). Akan ada tema-tema yang lebih konkret. Pada prinsipnya kita sangat terbuka menerima masukan,” lanjutnya.

Muhadjir menjelaskan, nantinya penerapan mata pelajaran PMP  akan dimulai dengan penanaman nilai-nilai, lalu akan ada turunannya menjadi etika. Kemudian diturunkan lagi menjadi norma, dan diturunkan lagi menjadi perilaku.

“Misalkan musyawarah atau menghargai pendapat orang lain sudah ditanamkan sejak di TK,” jelasnya.

Menurutnya penerapan nilai-nilai Pancasila apabila ditambahkan dengan moral maka menjadi lebih spesifik penerapannya, yaitu penanaman nilai.

“Kita bersyukur dengan bangsa Indonesia yang luar biasa, dengan bangsa yang besar ini bisa menjadi satu. Kuncinya adalah kita punya ideologi yaitu Pancasila. Ini karya yang luar biasa dari para pendiri bangsa,” lanjutnya.

Untuk itu, mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut mengajak berbagai pihak untuk memberikan masukan dalam penerapan Pendidikan Moral Pancasila.

“Kita berharap Pendidikan Moral Pancasila dapat diterapkan di tahun 2019, dengan kajian yang matang dan masukan dari berbagai pihak serta mengikuti perkembangan dan tantangan zaman,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pancasila
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top