Eropa Tetap Upayakan Pencegahan Pemanasan Global

Uni Eropa mengumumkan visi jangka panjang untuk memerangi perubahan iklim secara global setelah beberapa hari sebelumnya Presiden AS Donald Trump menolak peringatan dari Pemerintahan AS terkait kerugian ekonomi yang dapat disebabkan oleh pemanasan global.
Dwi Nicken Tari | 28 November 2018 17:25 WIB
Gas rumah kaca. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Uni Eropa mengumumkan visi jangka panjang untuk memerangi perubahan iklim secara global setelah beberapa hari sebelumnya Presiden AS Donald Trump menolak peringatan dari Pemerintahan AS terkait kerugian ekonomi yang dapat disebabkan oleh pemanasan global.

Dalam pembaruan strategi untuk memerangi perubahan iklim, kelompok 28 negara yang menyalurkan sebesar 10% gas rumah kaca secara global tersebut menargetkan pada 2050 tidak akan ada lagi emisi gas rumah kaca yang dikeluarkan.

Untuk mencapai target tersebut, Uni Eropa akan memberikan panduan untuk setiap negara, perusahaan, dan masyarakat agar mengantisipasi beberapa biaya untuk mengurangi pemanasan gobal.

“Dengan rencana ini, Eropa akan menjadi ekonomi utama pertama yang akan mengurangi emisi rumah kaca menjadi 0% pada 2050,” kata Komisioner Iklim dan Energi UE Miguel Arias Canete, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (28/11/2018).

Dia menambahkan, penting bagi dunia untuk memiliki target jangka panjang dari Paris Agreement tentang Perubahan Iklim. Dia pun optimistis target tersebut dapat tercapai dibantu oleh perkembangan teknologi sekarang ini.

“Menuju tingkat karbon di level netral akan membawa investasi ke Eropa, untuk proyek energi bersih, hampir 300 miliar euro (US$339 miliar) per tahun. Secara keseluruhan ini akan membantu pertumbuhan ekonomi kita menjadi 2% terhadap PDB pada 2050,” imbuh Canete.

Adapun langkah itu memperlihatkan bahwa UE benar-benar menghormati target yang ditetapkan dalam Paris Agreement, kendati Trump memutuskan untuk membawa AS keluar dari pakta yang ditandatangani oleh hampir seluruh negara di dunia tersebut.

Sejauh ini UE juga memiliki target untuk memangkas emisi gas rumah kaca setidaknya hampir 40% untuk sedekade ke depan. Kendati target tersebut tidak mencapai target yang ada dalam Paris Agreement, yaitu untuk mempertahankan pertumbuhan suhu global di bawah 2 derajat Celcius, beberapa ilmuwan menegaskan bahwa langkah pencegahan kerusakan pemanasan global seperti itu perlu diambil.

“Ada banyak sekali tantangan. Tapi dengan perubahan iklim, bisnis seperti biasa bukanlah pilihan dan kami tidak dapat membayar biaya jika bergerak terlalu lambat. Menuju iklim netral itu penting, dan merupakan kepentingan Eropa,” tutur Canete.

Bagi UE sendiri yang ingin menjadi percontohan bagi negara-negara di dunia, strategi jangka panjang tersebut juga merupakan perangkat politik yang akan dibawa ke dalam perundingan dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang akan dimulai pekan depan di Polandia.

Pada Rabu (28/11/2018), Canete akan berdiskusi mengenai strategi tersebut bersama Parlemen Eropa di Brussels, Belgia. Komisi Eropa selaku lengan eksekutif UE menyampaikan bahwa perwakilan dari seluruh negara yang relevan harus mengadakan debat publik untuk mempersiapkan Konferensi Tingkat Tinggi dalam Future of Europe pada 9 Mei 2019 di Shibiu, Romania.

“Jika kita tidak memimpin, tidak akan ada yang mau. Jika tidak ada yang bertindak, perubahan iklim yang merusak akan berdampak di Eropa, dan bagian dunia lainnya,” kata Canete.

Tag : uni eropa, pemanasan global
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top