KTT G20: Trump Dijadwalkan Hadir Dalam Sejumlah Pertemuan Bilateral

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan hadir dalam sejumlah pertemuan bilateral yang dilakukan di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pekan ini.
Dwi Nicken Tari | 28 November 2018 11:27 WIB
Presiden AS Donald Trump - Reuters

bisnis.com, JAKARTA—Presiden AS Donald Trump dijadwalkan hadir dalam sejumlah pertemuan bilateral yang dilakukan di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pekan ini.

Hal itu diumumkan Gedung Putih pada Selasa (27/11/2018), bahwa Trump akan bertemu dengan beberapa kepala negara, seperti Presiden Argentina Mauricio Macri, Presiden Rusia Vladimir Putin, PM Jepang Shinzo Abe, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan tentu saja pertemuan yang banyak dinantikan dengan Presiden China Xi Jinping.

Penasihat Ekonomi AS Larry Kudlow menyampaikan, Trump yakin pertemuannya dengan Xi akan menghasilkan kesepakatan yang memuaskan.

“Saya ingin menyampaikan, baru saja Presiden menyampaikan kepada kami bahwa menurutnya akan ada kemungkinan baik mengenai kesepakatan yang dapat dibuat. Dan dia terbuka untuk itu,” kata Kudlow, seperti dikutip dari pernyataan Press Briefing, Rabu (28/11/2018).

Adapun sejumlah pertemuan bilateral dengan Trump diperkirakan bakal mencuri perhatian selama berlangsungnya KTT.

Selain pertemuan Trump—Xi yang akan membicarakan kelanjutan perang tarif, pertemuan bilateral lainnya yang akan dicermati adalah pertemuan Trump—Putin. 

Dalam pertemuan tersebut, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton memaparkan, Trump dan Putin akan membahas sejumlah isu, seperti isu keamanan serta isu di Timur Tengah dan Ukraina.

Sementara itu, dalam perkembangan KTT, sejauh ini masih belum jelas akankah para pejabat dapat mencapai konsensus untuk menghasilkan pernyataan bersama (komunike) di akhir KTT.

Seorang delegasi dari negara G20 menyampaikan bahwa para pejabat belum membuat kemajuan yang berarti dalam menyusun berkas komunike di tengah-tengah ketidaksepahaman mengenai isu perdagangan dan perubahan iklim.

Adapun pra perwakilan dari negara-negara G20 yang disebut “sherpas” pun telah mulai bertemu di Buenos Aires pada awal pekan ini untuk berdiskusi mengenai isi komunike. 

Jikalau para pemimpin G20 gagal membentuk komunike, maka harapan untuk persatuan internasional pada tahun ini akan semakin pupus. Belakangan ini, dunia internasional tampak terancam dari kebijakan proteksionisme dari negara-negara maju.

“Perundingannya rumit, tapi itu bukan suatu kejutan. Mengenai progress pernyataan bersama, perundingannya masih berlangsung tapi sulit memperkirakan hasilnya,” kata seorang sumber dari UE, seperti dikutip Reuters.

Sumber dari Kemenkeu Perancis juga menyampaikan bahwa saat ini kondisi perundingan sangat sengit dan hasil komunike masih belum pasti.

“Kami dalam perundingan dengan delegasi lain. Hasilnya akan ketahuan setelah para pemimpin menyetujuinya,” ujar Pedro Villagra Delgado, Ketua Sherpa G20.

Adapun kekhawatiran mulai muncul bahwa KTT G20 akan gagal membentuk komunike setelah KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) gagal membentuk komunike untuk pertama kalinya pada awal bulan ini karena AS dan China berbeda pendapat mengenai isu perdagangan dan keamanan.

Selain itu, pada Mei, Presiden AS Donald Trump juga telah menolak pernyataan bersama yang disimpulkan oleh para pemimpin G7, sehingga KTT di Kanada itu berakhir dengan ‘dingin’. Lagi-lagi, penyebabnya adalah para kepala negara G7 tidak setuju dengan pemberlakuan tarif dagang Trump.

Lebih lanjut, beberapa sherpas menyampaikan bahwa komunike G20 pada tahun ini akan dibuat lebih halus supaya Trump mau menyetujuinya.

Namun demikian, Penasihat Ekonomi AS Larry Kudlow masih tidak yakin akan ada komunike atau tidak nantinya.

“Jika tidak ada, tidak perlu ada yang menangis,” ujarnya.

Tag : ktt g20, ktt g20, Donald Trump
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top