Perdebatan Brexit Menyebar ke Ranah Sepak Bola Inggris, Ini Sebabnya

Tim-tim pada Liga Premier Inggris mengatakan kepada para pejabat Asosiasi Sepakbola Inggris (Football Association/FA) bahwa pada tahap ini mereka tidak berencana untuk mengurangi jumlah pemain luar negeri yang masih dalam kontrak setelah perjanjian Brexit berlaku, menurut dua orang yang mengetahui masalah ini.
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 November 2018 16:07 WIB
Pemain asing di liga Inggris - Twitter Everton

Bisnis.com, JAKARTA – Krisis mengenai perjanjian Brexit turut berimbas ke berbagai sektor, tak terkecuali olahraga. Saat ini, klub-klub sepa kbola papan atas Inggris berusaha melindungi pemain asing mereka yang akan terdampak perjanjian Brexit.

Tim-tim pada Liga Premier Inggris mengatakan kepada para pejabat Asosiasi Sepakbola Inggris (Football Association/FA) bahwa pada tahap ini mereka tidak berencana untuk mengurangi jumlah pemain luar negeri yang masih dalam kontrak setelah perjanjian Brexit berlaku, menurut dua orang yang mengetahui masalah ini.

Mereka khawatir bahwa hal itu dapat menghilangkan kesempatan mereka untuk bersaing di kompetisi Eropa dan mengurangi daya tarik liga bagi televisi, ungkap sumber tersebut.

Komentar itu dibuat selama pertemuan pada hari Kamis dengan Martin Glenn, chief executive FA, yang mengusulkan pemotongan jumlah maksimum pemain luar negeri dalam skuad dari 17 menjadi 12.

Perselisihan abadi antara Liga Premier dan FA atas pembinaan bakat untuk tim nasional telah lama terjadi sebelum Brexit, tetapi dengan Inggris semakin mendekati pintu keluar Uni Eropa, organisasi yang mengatur olahraga paling populer di negara itu harus segera berkompromi.

Mengambil kembali kendali atas siapa yang dapat datang dan bekerja di Inggris merupakan batu pijakan dari perdebatan Brexit. Di bidang olahraga, khususnya sepakbola, fokusnya adalah bagaimana seharusnya merekrut pemain dari luar ke dalam Inggris.

Perlakuan Khusus

Pasca-Brexit, Liga Premier menginginkan kebebasan untuk merekrut pemain luar secara merata dari Negara mana saja. Saat ini, klub sepakbola Inggris dapat menandatangani kontrak pemain dari dalam Uni Eropa tetapi membutuhkan visa bagi pemain dari Negara lain.

 "Memberikan klub kebebasan untuk menandatangani siapa yang mereka inginkan, terlepas dari pengalaman dan silsilah, akan benar-benar tidak sejalan dengan proses imigrasi negara," kata Andrew Osborne, spesialis imigrasi di firma hukum Lewis Silkin, seperti dikutip Bloomberg.

"Tidak ada industri lain yang mendapatkan kelonggaran seperti itu," lanjutnya.

Perjanjian Perdana Menteri Theresa May telah membuat Uni Eropa tetap terikat dengan Inggris pada aturan perdagangan pasar umum, meskipun mempertimbangkan kontrol yang lebih besar atas imigrasi.

Meskipun tidak ada kesepakatan apa pun yang pasti disetujui Parlemen Inggris, May tetap pada rencana Brexit-nya meskipun sejumlah menteri keluar dari pemerintahannya pada hari Kamis.

Liga Premier Inggris dan FA menolak berkomentar tentang rincian pertemuan. Sementara itu, pemerintah telah meminta dua badan olahraga teratas tersebut untuk mengajukan proposal pengubahan sistem pemberian visa kepada pemain luar negeri setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Tag : liga inggris, Brexit
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top