Hari Pahlawan, Ini Pesan Jimly Asshiddiqie Buat Politisi & Kaum Milenial

Para politisi dan tokoh masyarakat harus membangun sifat saling menghargai dan memberikan apresiasi kepada siapa pun dan sekecil apa pun jasa seseorang bagi bangsa dan negara.
M. Syahran W. Lubis | 11 November 2018 00:31 WIB
Jimly Asshiddiqie - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Para politisi dan tokoh masyarakat harus membangun sifat saling menghargai dan memberikan apresiasi kepada siapa pun dan sekecil apa pun jasa seseorang bagi bangsa dan negara.

Pesan itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, berkenaan dengan Peringatan Hari Pahlawan 10 November.

"Saya mengajak semua politisi, semua tokoh masyarakat untuk tidak membangun kebencian satu dengan yang lain, tapi mari membangun sikap saling menghargai, saling memberi apresiasi kepada siapa-siapa saja yang pernah berjasa bagi bangsa dan negara," kata Jimly di Jakarta pada Sabtu (10/11/2018).

Sementara untuk kaum milenial, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengingatkan tentang pentingnya belajar dan meneladani nilai-nilai pengabdian para pahlawan.

"Yang paling penting lagi kita belajar dari nilai-nilai pengabdian mereka dan jejak kaki mereka, jadikan bahan, supaya kita semua menyiapkan tapak-tapak kaki untuk arah kita masing-masing ke depan," ujar Jimly.

Dengan begitu, lanjut Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini, generasi muda dapat berkarya dan mengabdikan diri dengan sungguh-sungguh di bidangnya masing-masing, sehingga nantinya karya tersebut menjadi warisan yang terus dikenang sebagaimana yang dilakukan para pahlawan.

"Telapak kaki itu gambaran dari legacy, setiap orang harus berbuat amal jariyah yang dicatat dalam sejarah dikemudian hari, baik itu berguna buat keluarganya, buat tetangga, buat masyarakat luas," tutur Jimly.

"Makin dirasakan bermakna kita punya pengabdian, makin dicatat dalam sejarah, nah itulah legacy, itulah tapak kaki. Juga tentunya belajar dari perjuangan para pahlawan nasional," lanjut Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Hari Pahlawan

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top