Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS-Korsel Gelar Latihan Militer Jelang Pembahasan Nuklir dengan Korut

Amerika Serikat dan Korea Selatan kembali menyelenggarakan latihan militer gabungan setelah sempat dihentikan menyusul pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura pada Mei 2018
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 November 2018  |  20:53 WIB
Uji coba rudal balistik antarnbenua Hwasong-14, Selasa (4/7/2017) yang dirilis Kantor Berita Korea Utara KCNA. - Reuters
Uji coba rudal balistik antarnbenua Hwasong-14, Selasa (4/7/2017) yang dirilis Kantor Berita Korea Utara KCNA. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat dan Korea Selatan kembali menyelenggarakan latihan militer gabungan setelah sempat dihentikan menyusul pertemuan Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura pada Mei 2018.

Latihan militer kedua negara telah sejak lama menjadi sumber protes Korea Utara. Latihan yang rencananya akan berlangsung selama dua pekan ini dimulai pada Senin (5/11/2018), hanya beberapa hari jelang pertemuan Sekretaris Negara Mike Pompeo dengan petinggi Korut guna membahas kesepakatan nuklir.

Penghentian latihan militer dilakukan AS atas permintaan Korut menyusul protes Korut yang menilai latihan gabungan tersebut adalah upaya kedua negara untuk invasi ke utara.

Trump sempat menyebut latihan gabungan tersebut menyedot banyak anggaran dan bisa memprovokasi. Hal itu ia sampaikan jelang pertemuan bersejarah dengan Kim Jong-un, namun di sisi lain Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menyatakan AS tidak punya rencana untuk menghentikan latihan gabungan.

Latihan gabungan angkatan laut yang diselenggarakan di kota Pohang ini akan melibatkan 500 tentara, termasuk para tentara angkatan laut Amerika yang ditempatkan di Jepang, demikian laporan Yonhap News dilansir dari Time.

The Guardian melaporkan latihan ini diperkirakan akan memengaruhi pembicaraan antara Pompeo dan penasehat Korut, Kim Yong-chol yang rencananya akan berlangsung pekan ini.

Kepada CBS, Pompeo berharap pertemuan dengan Korut dapat menghasilkan perkembangan nyata terkait kesepakatan nuklir AS-Korut dan menjadi landasan untuk pertemuan kedua Trump dan Kim.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara korea selatan
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top