Kisah Sukses Nelayan Bangsring Mengkonservasi Laut

Nelayan desa Bangsring kini dikenal sukses dalam mengkonservasi kehidupan bawah laut. Namun ada cerita perjuangan dibalik itu semua.
Aprianus Doni Tolok | 03 November 2018 10:01 WIB

Bisnis.com, BANYUWANGI - Nelayan desa Bangsring kini dikenal sukses dalam mengkonservasi kehidupan bawah laut. Namun ada cerita perjuangan dibalik itu semua.

Wajah desa Bangsring yang dahulu terpuruk lantaran menjadi pusat penangkapan ikan dengan potasium dan bom, kini menjadi pusat wisata edukasi dan konservasi dengan nama Bangsring Under Water Banyuwangi.

Lebih dari tiga dekade yakni sejak 1975 para nelayan setempat menggunakan potasium dan bom untuk menangkap ikan. Alhasil pada satu titik yakni pada sekitar 2008 pendapatan mereka menurun drastis karena ekosistem bawah laut sekitar desa mereka rusak.

Sosok Ikhwan Arief - salah satu putera daerah Desa Bangsring - tergerak untuk membantu para nelayan di desanya.

Pendekatan personal kepada para nelayan dia lakukan guna merubah pola pikir mereka dalam mencari ikan. Meski membutuhkan waktu hingga 3 tahun, akhirnya nelayan di desa Bangsring sadar dan tidak menggunakan potasium serta bom untuk menangkap ikan.

Bahkan, para nelayan di sana menjadi garda terdepan dalam mengkonservasi kehidupan bawah laut seperti ikan dan terumbu karang.

Terdapat tiga teknik konservasi yang mereka lakukan yakni terumbu karang buatan, transplantasi, dan apartemen ikan.

Terumbu karang buatan sendiri berbentuk menyerupai limas bermaterial beton. Nantinya, terumbu karang tersebut diletakkan di dasar laut sebagai tempat tumbuh bibit terumbu karang.

Kemudian transplantasi terumbu karang dilakukan dengan cara menanam kembali bibit terumbu karang yang berasal dari sekitar area terumbu karang yang rusak

Sedangkan apartemen ikan adalah susunan kubus berongga dengan tinggi sekitar 3 meter. Di bagian luarnya disematkan tali-tali yang dibiarkan terurai untuk menarik perhatian ikan ketika sudah diletakkan di dasar laut.

"Awalnya masih menggunakan kotak bekas minuman [untuk membuat apartemen ikan], tetapi dari pemerintah ada bantuan berupa material ramah lingkungan," ujarnya.

Saat ini telah ada sekitar 500 apartemen ikan di dasar laut sekitar desa Bangsang.

Ikhwan berharap kawasan wisata Bangsring dapat terus menginspirasi wilayah pesisir pantai lain di Indonesia dalam mengkonservasi kehidupan bawah laut.

Tag : konservasi laut
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top