Jokowi Buka Our Ocean Conference 2018 dengan Puisi

Presiden Joko Widodo membuka Our Ocean Conference (OOC) 2018 dengan sebuah puisi yang bertema ajakan untuk menjaga laut.
Ni Putu Eka Wiratmini | 29 Oktober 2018 11:48 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) membuka Our Ocean Conference 2018 dengan memukul gong dengan disaksikan beberapa kepala negara sahabat yang hadir di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10). - JIBI/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, NUSA DUA – Presiden Joko Widodo membuka Our Ocean Conference (OOC) 2018 dengan sebuah puisi yang bertema ajakan untuk menjaga laut.

Berikut puisi Jokowi sebelum menutup sambutannya dalam pembukaan OOC 2018, Senin (29/10/2018):

Jangan lagi punggungi lautmu 

Tataplah dia rangkulah dia dengan hatimu

Jadikan dia sahabatmu 

Sahabat yang akan memberi kehidupan 

Untuk kamu, untuk cucunya, untuk cicitmu

Laut bukan menjadi pemecah

Laut adalah pemersatu

Pemersatu jarak antara darat

Pemersatu berbagai peradaban anak manusia

Laut harus menjadi samudera kesejahteraan 

Laut harus menjadi samudera perdamaian

Rawat dan cintailah lautmu, samuderamu

Laut adalah masa depanmu 

Our ocean our future 

Our ocean our legacy

Lewat puisi ini, Presiden Jokowi mengajak semua negara untuk membuat komitmen dan mengambil langkah nyata untuk perlindungan laut. Menurutnya, perlindungan terhadap laut tidak dapat dilakukan satu negara melainkan harus dalam bentuk kerja sama semua pihak.

“Saya mendorong OOC mengambil langkah guna membuat sinergi yang dilaksanakan masing-masing negara,” papar Jokowi di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10).

Dia menyatakan sebagai negara bahari, Indonesia memiliki wilayah laut yang lebih luas dari daratan. Secara keseluruhan, luasan wilayah laut di dunia pun lebih besar dari daratan sehingga laut disebut sebagai bagian dari masa depan.

Jokowi memerinci lebih dari 40% perdagangan dunia dilakukan melaui laut. Lebih dari 40% nilai perdagangan dunia juga dilakukan melalui laut.

Sementara itu, 61% total hasil produksi minyak dunia didistribusikan melalui laut atau setara US$6 triliun. Ditambah, ratusan juta manusia hidup tergantung dari sektor perikanan atau sekitar 3,2 miliar masyarakat dunia berada dalam radius 100 kilometer (km) dari laut.

“Belum lagi sumber alam lainnya yang tergantung dalam melalui laut. Di sisi lain, kita melihat tantangan yang dihadapi laut kita, data Food and  Agriculture Organization (FAO) menyatakan jumlah ikan yang diambil secara ilegal sekitar 26 juta ton atau US$10 miliar-US$23 miliar setahun,” sebutnya.

Presiden melanjutkan Indonesia sudah bertekad untuk menjadi kekuatan maritim dunia. Indonesia telah membuat kebijakan dan rencana aksi seperti konektivitas tol laut, pembangunan 447 pelabuhan, pengurangan polusi di laut dengan target 70% pada 2025, membuat kawasan konservasi laut seluas 27 hektare (ha) pada 2018 atau lebih cepat dari target 2020.

“Ke depan, Indonesia juga ingin memasukkan kerja sama maritim Indo-Pasifik bersama Asean dan mitra Asean. Konsep kerja sama Indo-Pasifik sedang ditekankan dalam dialog dan kerja sama,” tambahnya.

Tag : jokowi, maritim
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top