PPP Harapkan Efek Ekor Jas dari Ma’ruf Amin

PPP Harapkan Efek Ekor Jas dari Ma’ruf Amin
Muhammad Ridwan | 25 Oktober 2018 20:21 WIB
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy/JIBI - BISNIS/Wisnu Wage

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai partai politik koalisi pengusung, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sejauh ini belum mendapatkan efek ekor jas dari calon presiden Joko Widodo.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy sebelumnya mengatakan bahwa efek ekor jas dari calon presiden hanya didapatkan oleh partai asli calon presiden itu sendiri, dengan demikian, Romy tidak terlalu mengharapkan efek ekor jas dari calon presiden.

Sebagai partai politik (parpol) berbasis Islam, Romy lebih mengharapkan efek ekor jas dari calon wakil presiden yang ia sokong, yaitu KH Ma’ruf Amin.

“Kita harapkan bisa memberikan coattail effect, memang tidak besar tetapi setidaknya efeknya netral bukan negatif, tapi cenderung nya positif,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (25/10/2018).

Selain itu ia juga menjelaskan bahwa partainya tidak terlalu bergantung kepada pemilihan presiden (pilpres) karena melihat pemilihan umum sebelumnya, tepatnya 2009 lalu.

Saat itu, diterangkannya, Partai Gerindra sebagai pendatang baru dalam pemilihan umum, bisa mendulang suara cukup tinggi meskipun pada saat itu Partai Demokrat berada dalam posisi yang kuat.

“Yang kedua mendorong kader-kader kita, perjuangan elektoral parpol itu tidak selalu bergantung kepada Pilpres, karena pengalaman-pengalaman Pemilu tahun sebelumnya,” ucapnya.

“Misalnya waktu itu kan pertama kali muncul sebagai calon peserta pemilu, Gerindra, nyatanya dia dapat 24 kursi” jelasnya.

Sebelumnya, lembaga survei Populi Center merilisi hasil elektabilitas partai politik yang mendapatkan elektabilitas di bawah 3% terhitung pada tanggal 18 Oktober 2018.

Partai Demokrat mendapatkan elektabilitas mendapatkan suara 3% sama dengan Partai Keadilan Sejahtera, sedangkan PPP mendapatkan 2,7%, diikuti berturut-turut Partai Amanat Nasional 1,6%, dan Partai Hati Nurani Rakyat 1%.

Tag : jokowi, Pilpres 2019
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top