Di KTT Negara Asia dan Eropa, Wapres JK Bahas 4 Hal Penting, Termasuk Reformasi WTO

Wakil Presiden Jusuf Kalla memaparkan empat hal penting untuk memperkuat hubungan negara-negara Asia dan Eropa pada pada KTT Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-12 di Brussels, Belgia
Lingga Sukatma Wiangga | 20 Oktober 2018 11:18 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla. - Bisnis / Hery Trianto

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla memaparkan empat hal penting untuk memperkuat hubungan negara-negara Asia dan Eropa pada pada KTT Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-12 di Brussels, Belgia.

Empat hal tersebut diutarakan Jusuf Kalla atau JK dengan latarbelakang kondisi global yang berubah cepat. Menurut dia, tantangan lama dan baru semakin kompleks.

Oleh karena itu dibutuhkan kemitraan di antara negara-negara Asia dan Eropa untuk mengatasi kebijakan unilateralisme, dan memastikan ASEM tetap menjadi platform yang efektif untuk memperkuat multilateralisme dan sebuah tatanan internasional.

Pertama, kata JK, ASEM harus menjadi platform untuk mempromosikan sistem perdagangan internasional berbasis aturan.

“Kita dapat bertindak sebagai platform koordinasi untuk memodernisasi dan mereformasi WTO, sehingga membuat badan ini lebih transparan dan efektif,” katanya seperti dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden RI, Sabtu (20/10/2018).

Dalam hal itu JK mencontohkan Indonesia baru saja berhasil menyelenggarakan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali  yang menekankan perlunya meningkatkan koordinasi dan kolaborasi untuk mengurangi ketegangan, dan untuk mempromosikan dialog terbuka dan reformasi.

Kedua, ASEM harus menjadi platform untuk membangun ekosistem antar dan intra-regional untuk perdamaian dan stabilitas.

Dalam hal ini ASEM perlu didorong untuk meningkatkan pendekatan konstruktif dalam menghadapi tantangan keamanan regional dan global. Seperti dengan mendorong dialog untuk mencapai solusi damai dan mengatasi masalah kemanusiaan termasuk pengungsi.

Ketiga, ASEM harus menjadi platform lintas wilayah untuk mempromosikan pelaksanaan komitmen yang disepakati secara internasional, seperti SDG dan perjanjian Paris. Keempat, ASEM dinilai JK perlu memperkuat konektivitas di antara para mitranya.

“Saya senang bahwa upaya telah dilakukan untuk menindaklanjuti saran Indonesia seperti untuk mengarusutamakan konektivitas dan masalah infrastruktur dalam prioritas ASEM, antara lain oleh kerja pathfinder Group on Connectivity,” tuturnya.

JK mengatakan selama bertahun-tahun ASEM telah menjadi landasan efektif untuk berbagi pelajaran yang dipetik dan praktik terbaik dalam berbagai isu. Tetapi, lanjutnya, ada ruang untuk perbaikan dengan maksud untuk meningkatkan dampak dan visibilitas ASEM untuk kepentingan global.

Tag : Wapres JK
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top