Sempat Tersangkut Dugaan Pelecehan Seksual, Brett Kavanaugh Diangkat Jadi Hakim Agung AS

Meski mendapat protes dari sejumlah pihak karena tersangkut dugaan pelecehan seksual, Brett Kavanaugh akhirnya dilantik sebagai hakim agung AS.
Annisa Margrit | 07 Oktober 2018 07:50 WIB
Brett Kavanaugh diangkat sebagai hakim agung AS lewat voting di Senat AS, Washington, AS, Sabtu (6/10). - Reuters/Mary F. Calvert

Bisnis.com, JAKARTA -- Meski mendapat protes dari sejumlah pihak karena tersangkut dugaan pelecehan seksual, Brett Kavanaugh akhirnya dilantik sebagai hakim agung AS.
 
Lewat voting di Senat AS, Kavanaugh terpilih dengan suara 50-48. Dia dicalonkan oleh Presiden AS Donald Trump. 
 
Kavanaugh langsung dilantik tak lama setelah hasil voting keluar. Dengan demikian, pihak Konservatif AS memiliki dominasi suara di Mahkamah Agung (MA) untuk berbagai isu yang mungkin muncul termasuk mengenai aborsi, imigrasi, hak transgender, regulasi industri, dan kekuasaan presiden.
 
"Kita sangat bangga dia bisa bertahan dari serangan kejam yang dilancarkan Partai Demokrat," ujar Trump mengomentari pengangkatan Kavanaugh seperti dilansir Reuters, Minggu (7/10/2018), 
 
Kavanaugh dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa perempuan di masa sekolah dan kuliah. Setidaknya ada tiga orang yang mengaku menjadi korban. 
 
Namun, dia menolak tuduhan tersebut dan mengklaim dirinya tidak pernah melakukan pelecehan ataupun kekerasan seksual. 
 
Dalam sepekan terakhir, FBI telah melakukan penyelidikan atas berbagai tuduhan tersebut. Hasilnya, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan Kavanaugh bersalah.
 
Partai Demokrat menilai penyelidikan FBI tersebut tidak dilakukan dengan komprehensif. 
 
Keputusan Senat juga mendapat reaksi keras dari pihak lain, terutama aktivis hak perempuan. Ratusan orang berunjuk rasa di luar Capitol Hill, kantor Senat, dan gedung MA. 
 
Sebanyak 164 orang dilaporkan ditahan dalam aksi protes tersebut. Sehari sebelumnya, dalam unjuk rasa di tempat yang sama, 302 orang telah ditahan polisi. 

Sumber : Reuters

Tag : amerika serikat, Donald Trump
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top