Ridwan Kamil Usulkan 3 Oktober Jadi Hari Antihoaks Nasional

Pengakuan Ratna Sarumpaet telah menebar kebohongan dinilai jadi momentum yang pas untuk dijadikan tonggak hari antihoaks.
Newswire | 04 Oktober 2018 15:15 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Pengakuan Ratna Sarumpaet telah menebar kebohongan dinilai jadi momentum yang pas untuk dijadikan tonggak hari antihoaks.

Agar peristiwa itu terus dikenang, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan tanggal 3 Oktober diperingati sebagai hari antihoaks nasional.

"Supaya jadi pelajaran ya, diingat-ingat saja kita bikin hari antihoaks nasional. Saya hanya mengusulkan tanggal 3 Oktober karena pengakuan pembuat hoaks terbaiknya kan tanggal 3 Oktober," kata Ridwan dalam acara Indonesian City Government PR Summit di Bandung, Kamis (4/10/2018).

Gubernur yang biasa disapa Emil itu mengatakan kasus terbongkarnya berita bohong Ratna Sarumpaet harus menjadi titik awal kesadaran bersama.

Seluruh lapisan masyarakat jangan lagi mudah percaya pada kabar-kabar yang belum jelas kebenarannya.

Seperti diketahui, kebohongan Ratna Sarumpaet bahkan sampai bisa mempengaruhi elite politik nasional.

"Ini hikmah dari Allah SWT, kondisi bangsa Indonesia begini mudah dibohongi, mudah-mudahan jadi pelajaran," kata Emil.

Namun yang menjadi catatan Emil, tindakan Ratna Sarumpaet telah mencemarkan nama baik Kota Bandung dan Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Husein Sastranegara, yang disebut-sebut dalam kasus Ratna Sarumpaet.

"Pihak bandara angkasa pura jadi ikut rusak juga citranya oleh tidak ada pengamanan, TNI AU yang di Bandung merasa tercoreng seolah kecolongan," kata dia.

Ia berharap Ratna Sarumpaet meminta maaf, bukan hanya kepada jajaran elit nasional saja, namun secara khusus kepada masyarakat Kota Bandung.

"Enggak ada kata menuntut, hanya mengharapkan dan mengimbau. Cukup dengan minta maaf selesai, orang Bandung mah pemaaf," kata Emil.

Sumber : Antara

Tag : ridwan kamil, hoax, Ratna Sarumpaet
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top