Kementerian Sosial Lakukan Tanggap Darurat Gempa Donggala

Kementerian Sosial melakukan upaya tanggap darurat untuk menangani gempa Donggala, Sulawesi Tengah. 
David Eka Issetiabudi | 29 September 2018 06:45 WIB
Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh sebagian akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). - ANTARA/HO

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Sosial melakukan upaya tanggap darurat untuk menangani gempa Donggala, Sulawesi Tengah. 

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sudah melakukan identifikasi sumber daya yang dimiliki Kementerian Sosial (Kemensos) dan mengaktifkan sistem penanggulangan bencana bidang sosial. 

"Baik bufferstock bantuan darurat, peralatan evakuasi, personil relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), maupun kendaraan siaga bencana,” sebutnya melalui keterangan pers, Sabtu (29/9/2018). 

Mensos telah berkoordinasi dengan Panglima TNI untuk memobilisasi barang bantuan dan peralatan evakuasi yang sudah disiapkan dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi. 

Bantuan yang dikirimkan adalah 1.000 kardus makanan cepat saji, 2.000 velbed, 25 tenda serbaguna, 3000 tenda gulung, 2 paket perlengkapan dapur umum lapangan, 1.000 matras, dan 1.500 kasur. 

Selain itu, Kemensos juga telah memerintahkan mobilisasi bantuan darurat dari stok yang ada di Gudang Regional Timur melalu jalur darat. Bantuan dari Gudang Kemensos Regional Timur yang ada di Makassar yakni 100 velbed, 2 tenda serbaguna keluarga, 1.500 matras, 3.000 selimut, 200 family kit, 200 kidsware, 100 tenda gulung, 345 foodware, 100 paket sandang. 

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo karena di gudang Pemda Gorontalo terdapat barang dari Kementerian Sosial yang juga akan dimobilisasi ke daerah bencana," tegasnya. 

Kemensos, lanjut Agus, juga mengerahkan 100 relawan Tagana terdiri dari 30 Tagana Provinsi Gorontalo, 30 Tagana dari Sulawesi Barat (Sulbar), dan 40 Tagana dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Mobilisasi kendaraan siaga bencana dari daerah penyangga berupa mobil penyelamat, truk, dan terutama mobil dapur umum lapangan yang bisa memasak cepat dalam jumlah besar.

“Seiring dengan bantuan yang kami salurkan, saya minta kepada gubernur dan bupati/walikota terdampak untuk melakukan langkah-langkah cepat untuk mengatasi kebutuhan darurat serta menerbitan SK Tanggap Darurat untuk memudahkan penyaluran bantuan dari kementerian dan lembaga,” tambahnya. 

Sementara itu, untuk memenuhui kebutuhan makanan dalam kondisi darurat sedang dilakukan pembelian langsung 3.000 paket lauk pauk di lokasi terdekat yang memungkinkan untuk bisa didistribusikan secara cepat ke lokasi terdampak.  

Untuk pemenuhan kebutuhan beras, Kemensos sudah menyiapkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan ketentuan bupati/walikota dapat mencairkan langsung ke Bulog setempat sebanyak 100 ton dan provinsi 200 ton. Jika kurang, maka Mensos dapat langsung memberikan lebih dari itu sesuai kebutuhan. 

Kemensos juga menyiapkan santunan untuk ahli waris korban meninggal. Hingga Jumat (28/9) malam, sebanyak tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Setiap ahli waris mereka akan mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta.

Tag : gempa, kemensos
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top