SELEKSI CPNS 2018: Kemenpan RB Gandeng Polri Amankan Rekrutmen CPNS

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bekerja sama dengan Kepolisian RI untuk melakukan pengamanan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil 2018.
Annisa Margrit | 28 September 2018 11:25 WIB
Peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar dengan Sistem Computer Assisted Test (CAT) CPNS Kementerian Hukum dan HAM 2017 kualifikasi pendidikan SMA/sederajat di Kantor Regional I BKN Yogyakarta Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (28/9). - ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bekerja sama dengan Kepolisian RI untuk melakukan pengamanan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil 2018.
 
Kemitraan itu ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Jakarta, Jumat (28/9/2018). Turut hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana.
 
Syafruddin menerangkan kerja sama ini dilakukan untuk menjaga agar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 berlangsung tertib dan transparan, baik dari sisi pelaksanaan fisik maupun siber. 
 
Dari sisi pelaksanaan fisik, yang dimaksud adalah jangan sampai ada joki atau calo. Dari sisi pengamanan siber, jangan sampai ada peretasan.
 
"Nanti pelaksana teknisnya Kepala BKN, aspek pengamanan dan aspek-aspek lain akan dibantu oleh Kapolri, [dibantu juga] Mendikbud dan jajarannya," ujarnya dalam konferensi pers, yang juga ditayangkan langsung melalui akun Instagram Kemenpan-RB, Jumat (28/9).
 
Apalagi, lanjut Syafruddin, skala rekrutmen CPNS kali ini lebih besar dibandingkan tahun lalu karena tidak hanya mencakup Kementerian/Lembaga tapi juga pemerintah kota/kabupaten.
 
Dia menegaskan keterlibatan polisi tidak terkait dengan ancaman demonstrasi. Bahkan, pihaknya juga berniat menggandeng TNI dalam hal pengamanan fisik dan siber.
 
Sementara itu, Kapolri menyampaikan terima kasihnya karena diikutsertakan dalam pengamanan rekrutmen CPNS. Menurutnya, besarnya skala rekrutmen CPNS kali ini membuka peluang adanya ketidakpuasan dari para peserta yang tidak lolos.
 
Apalagi, jumlah pendaftarnya mencapai jutaan orang tapi yang diterima hanya ratusan ribu di antaranya. 
 
"Biasanya polisi dapat residu, ujungnya saja. Sekarang, kami diajak dari awal. Jadi, gejolak ketidakpuasan dari awal sudah dideteksi," tutur Tito.
 
Dia menambahkan Polri juga sudah berpengalaman menggelar rekrutmen calon polisi yang bersih dan transparan selama beberapa tahun terakhir. 
 
Selain berbagai pengalaman, Polri juga memiliki kewenangan hukum dan bisa memonitor pelaksanaan rekrutmen CPNS serta mempunyai divisi keamanan siber.
 
"Saya akan sampaikan ke semua daerah melalui video call, menyampaikan instruksi yang sama ke semua Kapolres. Kalau ada yang tertangkap, akan kami umumkan supaya ada efek jera. Saya juga berharap panitia bisa benar-benar transparan dan bersih," papar Tito.
 
Adapun pendaftaran seleksi CPNS dibuka pada 26 September-10 Oktober 2018. Calon peserta bisa mendaftar secara online melalui portal Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) yakni sscn.bkn.go.id.

Tag : cpns
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top