Enggak Maju ke Panggung Karena Tak Ada Sepeda Lagi

Salah satu kebiasaan Presiden Joko Widodo ketika bertemu masyarakat dalam sebuah acara di sejumlah daerah Indonesia adalah membagi sepeda.
Yodie Hardiyan | 25 September 2018 11:20 WIB
Menkumham Yasonna Laoly (kiri) dan Wakil Ketua MPR Mahyudin (kanan) dan istri Agati Suli (tengah) mengendarai sepeda hadiah dari Presiden Joko Widodo usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Ri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/8). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Kabar24.com, BOGOR — Salah satu kebiasaan Presiden Joko Widodo ketika bertemu masyarakat dalam sebuah acara di sejumlah daerah Indonesia adalah membagi sepeda.

Sepeda dibagikan sebagai hadiah kepada masyarakat yang beruntung ditunjuk Presiden untuk naik ke atas panggung dan memberi jawaban.

Sebelum diberi sepeda, Presiden meminta masyarakat untuk menyebutkan nama ikan, pulau, suku dan Pancasila.

Pembagian sepeda dalam jumlah sedikit itu kerap mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di sejumlah tempat, tidak sedikit yang mengacungkan jari dan bersorak ketika Presiden membuka sesi "kuis" berhadiah alat transportasi tanpa bahan bakar minyak itu.

Pembagian sepeda itu menjadi salah satu ciri khas Jokowi sebagai Presiden dan hal itu tidak dilakukan oleh Presiden Indonesia sebelumnya.

Namun, ada situasi yang berbeda dalam acara yang dihadiri oleh Presiden di Lapangan Luar Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/9/2018).

Dalam acara penyerahan ribuan sertifikat tanah kepada warga Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Presiden tidak lagi membagikan hadiah sepeda.

Ceritanya, Presiden membagikan sertifikat tanah secara simbolis kepada masyarakat Bogor. Setelah menyerahkan sertifikat, seperti biasa, Presiden berpidato tentang manfaat sertifikat tanah, target pemerintah menyerahkan sertifikat tanah sampai tata cara menduplikasi dan melindungi sertifikat tanah itu.

Tidak lupa, Presiden menyampaikan pidato tentang kerukunan masyarakat.

Seusai pidato, Presiden bertanya apakah ada masyarakat yang ingin maju ke panggung. "Tapi enggak dapat sepeda," kata Presiden yang disambut sorak masyarakat yang hadir dalam acara itu.

Presiden mengatakan sejak Minggu (23/9/2018) tidak boleh membagikan sepeda kepada masyarakat kendati dirinya tahu bahwa masyarakat senang diberikan sepeda.

"Karena enggak boleh [bagi sepeda] enggak ada yang maju," kata Presiden yang kemudian menutup sambutannya.

Alhasil, acara itu ditutup tanpa pembagian sepeda, sesuatu yang kadang ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat.

Sebelumnya, pembagian sepeda meninggalkan kesan tersendiri bagi sebagian kalangan, apalagi bagi yang beruntung mendapatkan sepeda tersebut.

Seperti diketahui, masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 dimulai sejak Minggu (23/9/2018).

Jokowi menjadi calon presiden yang berpasangan dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin dengan nomor urut 1. Pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin akan berhadapan dengan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Kepala Biro Tekmas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nur Syarifah mengatakan pemberian sesuatu kepada masyarakat harus dipertimbangkan dengan baik.

"Prinsipnya bahwa kalau itu tujuannya memang melekat pada agenda kenegaraan itu harus dipertimbangkan dengan baik. Apakah itu boleh atau tidak kembali ke aturannya," kata Nur di Istana Kepresidenan, Senin (24/9/2018) ketika diminta tanggapannya soal Presiden yang kerap membagi sembako ketika berkunjung ke daerah.

Tag : jokowi
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top