Ingin Tetap Akrab dengan Prabowo dan Sandi, Ini Pidato Lengkap Jokowi

Calon presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk menyukseskan Pilpres 2019 dan berpolitik dengan baik demi kematangan demokrasi.
JIBI | 22 September 2018 08:27 WIB
Pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin (kanan) dan pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdoa, di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Calon presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk menyukseskan Pilpres 2019 dan berpolitik dengan baik demi kematangan demokrasi.

Hal itu disampaikannya dalam pidato usai mengambil nomor urut Pilpres 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (21/9/2018). Jokowi dan calon wakil presiden Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut 1.

Berikut isi pidato lengkap Jokowi seperti dilansir Tempo, Sabtu (22/9):

Assalamualaikum Wr. Wb, selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua, Shalom Om Swastiastu, Namo Budaya, salam kebajikan.

Yang saya hormati ketua KPU beserta semua jajaran KPU, Ketua Bawaslu dan jajarannya, Ketua DKPP dan jajarannya,

Yang saya hormati Menteri, TNI dan polri, dan semua ketua umum partai yang hadir,

Yang saya hormati, yang saya cintai, Sabahat baik saya Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno.

Bapak ibu sekalian, hadirin yang berbahagia,

Alhamdulillahirabbil 'alamin. Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena pada malam hari ini, Alhamdulillah pengambilan nomor berjalan lancar. Dan kami Joko Widodo dan Prof. DR. KH. Ma'ruf Amin mendapatkan nomor urut satu.

(Berhenti sejenak)

Satu.
Memang yang diperebutkan adalah RI 1.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengajak kepada semuanya untuk dalam rangka Pilpres. Pilpres adalah pesta demokrasi. Oleh sebab itu, pada malam yang berbahagia ini, saya mengajak kepada kita semuanya agar Pilpres ini kita isi untuk pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, kematangan berdemokrasi rakyat, untuk kedewasaan rakyat dalam berdemokrasi.

Oleh sebab itu, marilah kontestasi politik ini, kita beradu kontestasi program , kontestasi adu gagasan, kontestasi adu ide, kontestasi adu rekam jejak, kontestasi adu prestasi, dan saya mengajak kepada kita semuanya, mari kita jauhkan dari saling memfitnah, saling menghina, saling mencemooh, saling menjelekkan. Karena itu bukan nilai-nilai etika yang kita anut, yakni etika keindonesiaan.

Jangan sampai karena kontestasi politik ini, dalam rangka Pilpres, silaturahmi di antara kita menjadi tidak baik. Saya ingin, meski kita berkontestasi, saya masih bisa bertelepon dengan Pak Prabowo, masih bisa bertelepon dengan Pak Sandi, karena beliau adalah sahabat-sahabat saya sejak lama. Saya kenal Pak Prabowo sejak lama, saya kenal Pak Sandi juga sejak lama.

Saya rasa, itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Memang untuk memajukan negara ini, banyak rintangan hambatan, banyak rintangan, banyak perlawanan, tetapi tidak boleh kita menyerah. Hanya ada satu pilihan, Indonesia maju!

Terima kasih,
Assalamualaikum Wr. Wb.

 

Sumber : Tempo

Tag : jokowi, Pilpres 2019
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top