Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendikbud Beri Tunjangan 'Uang Kaget' Untuk Guru Yang Terdampak Gempa Lombok

Kemendikbud Beri Tunjangan 'Uang Kaget' Untuk Guru Yang Terdampak Gempa Lombok
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 31 Agustus 2018  |  23:35 WIB
Seorang warga membersihkan puing-puing rumahnya yang roboh pascagempa di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). Pascagempa bumi yang berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok pada Minggu malam pukul 22.56 Wita mengakibatkan sejumlah rumah di daerah tersebut roboh dan puluhan warga mengungsi.  - Antara
Seorang warga membersihkan puing-puing rumahnya yang roboh pascagempa di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Senin (20/8). Pascagempa bumi yang berkekuatan 7 Skala Richter mengguncang Lombok pada Minggu malam pukul 22.56 Wita mengakibatkan sejumlah rumah di daerah tersebut roboh dan puluhan warga mengungsi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan tunjangan untuk guru-guru yang terdampak gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)
Muhadjir Effendy usai melakukan rapat koordinasi tingkat menteri di gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jumat (31/8/2018).

"Kemudian untuk guru baik yang negeri ataupun non negeri akan mendapatkan uang kaget. Untuk PNS Rp1,5 juta dan Non Rp2 juta, dibalik [non pns lebih besar]," kata Effendy.

‘Uang kaget’ tersebut diberikan Kemendikbud dalam bentuk tunjangan. Tunjangan tersebut akan diberikan setiap bulannya dalam kurun waktu enam bulan kedepan.

Tidak hanya siswa, gempa tersebut membuat sejumlah guru mengalami trauma, untuk mengantisipasi hal tersebut, Effendy mengungkapkan siap untuk melakukan rotasi guru dari wilayah Nusa Tenggara Barat yang tidak terdampak gempa.

Sementara itu, gempa bumi yang mengguncang Lombok banyak membuat sekolah hancur, oleh karena itu proses belajar mengajar terpaksa dilakukan diluar sekolah.

Kemendikbud menyediakan segala kebutuhan untuk proses belajar dan mengajar bagi para siswa yang terdampak gempa.

"Diluar, jadi kalau sekolahnya ada halaman, lapangan yang cukup luas kita bangun diluar sekolah. Ada bantuan buku, schoolkit seragam sepatu semua, kita siapkan," ucap Effendy.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa lombok
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top