Bawaslu Sebut Dugaan Mahar Politik Sandiaga Lemah

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Ratna Dewi Pettalolo mengatakan hal itu karena permintaan pengusutan dari pihak pelapor hanya dari perkataan satu sumber.
Jaffry Prabu Prakoso | 30 Agustus 2018 11:39 WIB
Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA – Dugaan mahar politik Rp1 triliun yang dilakukan Sandiaga Uno disebut lemah dan minim bukti. Hal itu, dikarenakan keterangan dari saksi kunci belum bisa dikorek hingga saat ini.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Ratna Dewi Pettalolo mengatakan hal itu karena permintaan pengusutan dari pihak pelapor hanya dari perkataan satu sumber.

“Kesimpulannya, mereka [pelapor] tidak mengetahui langsung, tidak melihat dan mendengar secara langsung. Hanya melalui twitter AA. Sehingga peristiwa itu tidak jelas apakah perbuatan itu ada atau tidak,” katanya di Jakarta, Rabu malam (29/8/2018).

Kasus ini bermula dari curhatan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya. Dia kecewa dengan Prabowo Subianto karena lebih memilih uang dibandingkan koalisi yang sudah dibangun.

Andi menyebut Sandiaga menyetor masing-masing Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera untuk mendukungnya sebagai cawapres Prabowo.

Di sisi lain Andi tidak pernah hadir memenuhi undangan Bawaslu sampai empat kali sebagai saksi. Padahal, dia adalah saksi kunci dalam dugaan ini.

“Kehadiran AA ini kan sangat penting untuk memperjelas apakah peristiwa ini ada atau tidak. Karena dia tidak datang, kami tidak bisa dapatkan keterangan itu,” ungkap Ratna.

Sementara itu, Ratna belum bisa memastikan apakah dugaan mahar ini akan terus dilanjutkan atau tidak, karena harus ditentukan melalui rapat pleno yang rencananya dilakukan hari ini.

Tag : sandiaga uno
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top