Silaturahmi NU Sedunia di Makkah, Menag Ingatkan 3 Tantangan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan terdapat tiga tantangan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia masa kini.
M. Syahran W. Lubis | 18 Agustus 2018 22:42 WIB
Nahdlatul Ulama. - nu.or.id

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan terdapat tiga tantangan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia masa kini.

Pertama, tantangan meningkatkan wawasan atau pengetahuan, kedua tantangan kekuatan politik yang menyokong paham baru dan berusaha mengganti ideologi bangsa, serta ketiga tantangan internal untuk menyebarkan paham kedamaian dengan cara santun.

Menag mengemukakan hal itu pada Silaturahim Nahdlatul Ulama Sedunia pada Sabtu (18/8/2018) di Makkah, Arab Saudi.

Hadir pada acara itu Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Habib Zein bin Smith, KH Kafabihi Makhrus Lirboyo, KH Turmudzi dari Lombok Praya, Menristek Dikti, Mendiknas, Dubes RI untuk Arab Saudi dan perwakilan 39 PCINU sedunia yang saat ini berada di Makkah.

Hadir pula Wakil Gubernur terpilih Jawa Timur Emil Dardak dan ustaz Yusuf Mansur.

Lukman men gemukakan jika kurang atau salah wawasan, orang bisa melakukan tindakan ekstrem atau radikal.

“Sementara itu, tantangan politik, kita dapat merasakan adanya kekuatan politik di belakang paham baru yang ingin mengganti ideologi bangsa dan negara,” kata Menag sebagaimana dilansir website resmi Kemenag

Adapun, tantangan internal, menurut Menag, nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin harus disebarkan dengan sikap rendah hati.

“Kehadiran NU dan ormas lainnya yang moderat di bumi pertiwi Indonesia adalah untuk menjaga dan merawat paham keagamaan yakni menjaga dan merawat eksistensi keindonesiaan, yang dikenal sangat agamis,” tuturnya.

Sebelumnya, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menilai bahwa NU memiliki tanggung jawab keumatan dan tanggung jawab bangsa dan negara. “Tanggung jawab keumatan kita adalah menjaga dari paham akidah yang sesat dan menyimpang,” kata Kiai Ma’ruf.

Dia mengingatkan pula adanya tugas penting meningkatkan kualitas umat baik dari segi ekonomi maupun pendidikan.

“Dulu KH Hasyim Asy’arie berjuang melawan penjajah dengan resolusi jihadnya, sekarang tanggung jawab kita menjaga negara dari pemikiran yang berusaha mengganti ideologi, inilah tanggung jawab bangsa dan negara,” katanya menegaskan.

Sumber : Kemenag.go.id

Tag : nahdlatul ulama
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top