Kesepakatan Disney-Fox Masih Perlu Persetujuan Regulator Global Lainnya

Pemegang saham 21st Century Fox Inc. menandatangani kesepakatan pejualan aset hiburannya kepada Walt Disney Co. sebesar US$71,3 miliar. Kini, investor mulai mengalihkan perhatian untuk tantangan berikutnya, yaitu persetujuan regulator dari China.
Dwi Nicken Tari | 29 Juli 2018 14:22 WIB
Walt Disney - ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA – Pemegang saham 21st Century Fox Inc. menandatangani kesepakatan pejualan aset hiburannya kepada Walt Disney Co. sebesar US$71,3 miliar. Kini, investor mulai mengalihkan perhatian untuk tantangan berikutnya, yaitu persetujuan regulator dari China.

Adapun kesepakatan yang telah mendapatkan lampu hijau dari Departemen Kehakiman AS tersebut masih membutuhkan persetujuan antitrust dari 15 regulator global lainnya. Salah satu di antaranya adalah dari Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar milik Pemerintahan China. Pasalnya, Negeri Panda berkontribusi atas kurang dari 2% pendapatan Fox.

Oleh karena itu, beberapa investor pun khawatir bahwa China akan ‘memainkan’ kesepakatan ini untuk membalas ancaman tarif terhadap produk impor asasl China yang sebesar US$500 miliar dari Presiden AS Donald Trump.

Pasalnya, pada Desember lalu, Juru Bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengumumkan bahwa kesepakatan Fox dan Disney dinilai Trump akan menjadi kesuksesan besar untuk lapangan pekerjaan AS.

Seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan, penilaian Trump tersebut akan membuat kesepakatan ini menjadi rentan, atau kemungkinan dapat batal dengan proporsi sebesar 20%.

“Segala keputusan yang membutuhkan persetujuan China dapat digunakan sebagai perangkat strategis untuk retaliasi perang dagang,” kata Jennifer Rie, analis Bloomberg Intelligence, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (29/7/2018).

Adapun sebelumnya, China telah ‘mendiamkan’ kesepakatan Qualcomm Inc. yang ingin mengakuisisi NXP Semiconductors NV senilai US$44 miliar. Rie menjelaskan, hal itu pun meningkatkan kekhawatiran bahwa kesepakatan dari perusahaan AS yang membutuhkan persetujuan China dapat menjadi rentan batal.

“Tapi akan mengejutkan jika regulator di China mencoba melakukan hal serupa untuk Disney/Fox,” tambahnya.

Rie melanjutkan, kesepakatan Disney dan Fox sejatinya berbeda dengan kasus Qualcomm dan NXP. Oleh karena itu, jika China berupaya menghambat kesepakatan Disney dan Fox, hal itu akan membuat China bertingkah seperti ‘orang-orangan sawah’.

Adapun orang-orangan sawah yang dimaksud Rie adalah upaya yang dilakukan China yang membuatnya seolah-olah memiliki peran penting di dalam kesepakatan Disney dan Fox.

Sementara itu, perwakilan dari Fox masih menolak memberikan komentar dan pemilaian.

“Kami tetap yakin dapat menyelesaikan transaksi ini dalam periode 12-18 bulan, seperti yang kami umumkan sebelumnya,” ujar juru bicara Disney.

Tag : disney, Merger & Akuisisi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top