Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anang Hermansyah Sesalkan Peristiwa Tewasnya Bocah Kelas 6 SD di Garut

tewasnya anak kelas 6 SD di tangan temannya sendiri di Garut, Jawa Barat, mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Komisi X Anang Hermansyah.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 26 Juli 2018  |  05:45 WIB
Anang Hermansyah - Antara
Anang Hermansyah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Peristiwa tewasnya anak kelas 6 SD di tangan temannya sendiri di Garut, Jawa Barat, mendapat perhatian dari Anggota DPR RI Komisi X Anang Hermansyah.

"Sungguh menyesakkan dada. Apalagi pemciunya soal sepele, gara-gara kehilangan buku. Peristiwa ini menjadi alarm tentang persoalan mentalitas anak-anak," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/7/2018).

Menurut Anang, aparat penegak hukum harus mengungkap secara detail apa penyebab dan pemicu peristiwa tersebut.

"Saya meminta polisi juga menggandeng pihak psikolog anak untuk mengetahui secara psikis mengapa anak kelas SD memiliki pikiran dan tindakan melukai hingga menghilangkan nyawa temannya," ujarnya.

Anang mengatakan masyarakat mesti menjadikan peristiwa di Garut itu untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh di sektor anak.

Dia melihat Perpres 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter belum berhasil dilakukan oleh pemerintah. Perpres tersebut hanya bagus di atas kertas, tapi implementasi di lapangan belum berjalan.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semestinya secara ajeg menjalankan Perpres tersebut dengan berkoordinasi dengan Pemda."

Selain itu, lanjutnya, orang tua dan guru harus lebih intens mengawal proses tumbuh kembang anak-anak khususnya di usia sekolah dasar dan menengah.

"Persoalan tontotan televisi juga harus dipastikan tidak berisi aksi kekerasan yang memicu anak-anak yang menonton menirunya. Game online melalui gadget harus terbebas dari paparan permainan yang berisi kekerasan."

Dia menambahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika harus mensterilkan ranah digital agar pro terhadap tumbuh kembang anak yang baik.

"Saya meminta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk melakukan langkah besar terkait persoalan yang terjadi di Garut ini. Koordinasi antarinstansi kementerian dan lembaga harus mampu membuat peta jalan untuk memastikan masa tumbuh kembang anak-anak kita berjalan dengan baik. Peristiwa di Garut adalah alarm nyata buat kita semua." paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top