Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kelangkaan Pakan Ayam Akibatkan Kenaikan Harga Telur

Kelangkaan pakan ayam ternak dinilai mengakibatkan kenaikan harga telur dan daging ayam ras.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Juli 2018  |  15:44 WIB
Kelangkaan Pakan Ayam Akibatkan Kenaikan Harga Telur
Pedagang telur di pasar tradisional. - JIBI/Dedi Gunawan

Kabar24.com, JAKARTA - Kelangkaan pakan ayam ternak dinilai mengakibatkan kenaikan harga telur dan daging ayam ras.

"Meroketnya harga telur sebulan terakhir disebabkan minimnya pasokan akibat berkurangnya populasi ayam petelur," kata Yeka Fatika, Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka).

Menurutnya, berkurangnya jumlah pelaku usaha akibat banyaknya pelaku usaha skala kecil yang bangkrut ketika harga jatuh 2 tahun lalu sehingga populasi ayam petelur berkurang.

Yeka memperkirakan sebanyak 30% peternak ayam kecil gulung tikar akibat harga telur yang terlalu rendah.

Faktor lain yang lebih berpengaruh yakni penyebaran penyakit yang ditemui pada beberapa sentra penghasil telur sehingga tingkat kematian mencapai 40%, bahkan 100%.

"Selain itu, ditemui penurunan produktivitas ayam petelur akibat serangan penyakit," ujar Yeka.

Dia menganalisa bahwa fenomena penurunan produktivitas tersebut karena larangan pengunaan antibiotic growth promoter (AGP).

Yeka mengatakan, penyakit hewan ternak mengakibatkan produktivitas lebih masif yang berdampak terhadap biaya produksi mahal. Akibatnya, harga telur juga menjadi mahal.

"Tanpa adanya upaya dari pemerintah membenahi masalah ini, biaya produksi akan tetap mahal dan berimbas pada harga telur," ujar Yeka.

Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus mengungkapkan, kinerja pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan pemangku kebijakan lain agar fokus mengatasi persoalan kenaikan harga telur.

Dia menyatakan bahwa persoalan pakan ternak lantaran suplai jagung khusus pakan ternak domestik berkurang. Sebaliknya, pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57 Tahun 2015 tentang Pembatasan Impor Jagung.

"Masalah pakan ini cukup krusial karena berdampak terhadap outputnya dalam hal ini adalah telur dan daging ayam," ungkap Heri.




Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur
Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top