Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bappenas : Rokok Sebabkan Masyarakat Miskin

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan rokok sebagai salah satu penyebab masyarakat Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 19 Juli 2018  |  19:06 WIB
Bappenas : Rokok Sebabkan Masyarakat Miskin
Ilustrasi - pixabay.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan rokok sebagai salah satu penyebab masyarakat Indonesia masih hidup dibawah garis kemiskinan.

Pasalnya, proporsi pengeluaran kelompok masyarakat di bawah garis kemiskinan 10%-11% digunakan mengkonsumsi rokok.

Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan hal tersebut di Kantor Bappenas saat bertemu dengan media, Kamis (19/7/2018). Menurutnya, konsumsi rokok kretek yang masih tinggi di kelompok masyarakat yang hidup di bawah GKN masih tinggi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statisti (BPS) baru saja mengeluarkan angka kemiskinan mencapai 9,85% dan rasio Gini 0,839% sejalan dengan jalur rencana kerja pemerintah (RKP) 2018.

Bambang melanjutkan, terdapat 10 komoditas proporsi terbesar pembentuk GK baik di kawasan perkotaan maupun di perdesaan. Komoditas tersebut berbeda untuk masing-masing tempat.

Proporsinya untuk masyarakat perkotaan adalah beras 20,95%, makanan lainnya 16,45%, rokok 11,07%, perumahan 8,3%, non makanan lainnya 7,31%, BBM 4,36%, telur ayam 4,09%, listrik 3,89%, daging ayam 3,5% dan mie instan 2,43%.

Sedangkan, di kelompok perdesaan beras 26,79%, makanan lainnya 18,45%, rokok 10,21%, perumahan 6,91%, non makanan lainnya 6,76%, BBM 3,69%, telur ayam 3,28%, gula pasir 3,07%, mie instan 2,21% dan daging ayam 2,08%

Jika diurutkan, rokok adalah komoditas kedua yang menjadi konsumsi setelah makanan (beras dan makanan lainnya). “Kalau konsumsi rokok ini dihilangkan misalnya diganti dipakai beli telur, akan lebih bermanfaat, telur mengandung protein,” imbuhnya.

Dia menyayangkan kebiasaan konsumsi masyarakat di bawah GKN tersebut dan mengungkap satu-satunya cara menghilangkan rokok dari daftar komoditas tersebut dengan menaikkan cukai rokok setiap tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemiskinan merokok
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top