Unik, Muncul Orangutan Tapanuli Kembar. Begini Penampakannya

orangutan Tapanuli adalah kera besar yang paling langka dan paling terancam di dunia dan baru dijelaskan pada bulan November tahun lalu
M. Taufikul Basari | 11 Juli 2018 15:29 WIB
Orangutan Tapanuli dengan anak kembar - Doc.SOCP

Bisnis.com, JAKARTA – Peristiwa unik ditemui staf Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) ketika sedang melakukan pencarian rutin orangutan dan satwa liar lainnya.

Dua staf SOCP yang berbasis di pos pemantauan hutan Batang Toru di Tapanuli, Andayani Oerta G dan Ulil Amri Silitonga, menemukan seekor orangutan Tapanuli betina dengan 2 bayi atau kembar.

Orangutan dengan bayi kembar merupakan peristiwa langka. Tercatat hanya satu kali ditemukan kasus bayi orangutan kembar, itu pun pada orangutan Kalimantan liar, tidak pada orangutan Sumatera, apalagi orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis).

Peristiwanya sendiri terjadi pada 20 Mei, ketika Andayani dan Ulil melakukan pencarian rutin, hanya sekitar 1 kilometer di sebelah barat laut pos.

“Saya baru mulai mengelola kamp beberapa bulan yang lalu dan sedang melakukan misi pencarian rutin. Tiba-tiba kami melihat ibu orangutan Tapanuli dengan dua bayi pada saat yang bersamaan terasa sangat menakjubkan,” kata Andayani, sarjana kehutanan dan manajer pos pemantauan hutan SOCP, dalam rilis yang Bisnis.com terima Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, anak orangutan kembar itu sangat mirip dan berukuran hampir sama, tetapi salah satunya cukup berani sedangkan yang lainnya tampak sangat pemalu dan selalu ingin dekat dengan ibunya.

“Kami pertama kali melihat mereka pada pukul 14.30, sekitar 15 meter di atas pohon dan berhasil melihat sampai sekitar pukul 15.40 ketika ibu mulai pindah dengan bayi yang menempel di setiap sisi.”

Kepala Unit Pemantauan Keanekaragaman Hayati SOCP, Matius Nowak, yang menghabiskan bertahun-tahun di ekosistem Batang Toru, rumah orangutan Tapanuli yang masih tersisa, merasa tertarik dan takjub ketika dia mendengar berita tersebut.

“Saya segera memeriksa catatan untuk kelahiran kembar pada orangutan dan kera besar lainnya dan hanya menemukan satu catatan sebelumnya dari kelahiran kembar orangutan Kalimantan liar, tidak ada orangutan Sumatera, apalagi orangutan Tapanuli! Kelahiran kembar memang terjadi pada hewan penangkaran, tetapi bahkan jika ini terjadi di alam liar, kurangnya pengamatan akan menunjukkan bahwa sangat jarang bagi kedua bayi untuk bertahan hidup.”

Hal senada diungkapkan Ian Singleton, Direktur SOCP yang menghabiskan bertahun-tahun mempelajari orangutan Sumatra liar. Sepanjang masa pengamatannya, ia tidak pernah melihat induk orangutan dengan anak kembar.

“Tetapi kita juga perlu mengingat bahwa orangutan Tapanuli adalah kera besar yang paling langka dan paling terancam di dunia dan baru dijelaskan pada bulan November tahun lalu,” imbuhnya.

Ian pun merasa khawatir karena hutan tempat habitat orangutan Tapanuli kini sudah terpecah-pecah dan terancam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air.

Menurutnya, langkah penting yang harus dilakukan adalah berhenti menghancurkan lebih banyak habitat orangutan dan menyambungkan kembali hutan-hutan itu secepat mungkin.

Tag : orangutan
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top