Erdogan Tunjuk Menantunya Jadi Menkeu, Pasar Bereaksi Negatif

Sesaat setelah resmi dilantik untuk meneruskan jabatannya sebagai presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menunjuk menantunya menjadi menteri keuangan yang baru.
John Andhi Oktaveri | 10 Juli 2018 10:08 WIB
Presiden TurkiRecep Tayyip Erdogan menunjuk menantunya Berat Albayrak sebagai Menteri Keuangan Turki, Ankara Turki, 9 Juli 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sesaat setelah resmi dilantik untuk meneruskan jabatannya sebagai Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menunjuk menantunya menjadi menteri keuangan yang baru.

Penunjukan Berat Albayrak, yang sebelumnya menjabat menteri energi pada 2015, mendapat tanggapan dari pasar keuangan. Lira, mata uang Turki, merosot nilainya sebanyak 2% setelah Erdogan mengumumkan penunjukan Albayrak.

Dalam pidatonya seusai dilantik di parlemen pada Senin (9/7/2018), Erdogan mengatakan kepada para tamu di istana kepresidenan di Ankara bahwa Turki "menciptakan awal yang baru".

"Kami meninggalkan sistem yang di masa lalu membuat negara kami harus membayar harga mahal dalam wujud kekacauan politik dan ekonomi," ujarnya.

Kemenangan Erdogan dalam pemilu bulan lalu bukan sekedar melanjutkan jabatan presiden selama lima tahun, tapi juga menandai transisi Turki dari sistem parlementer ke sistem presidensiil.

Mulai bulan ini Erdogan berwenang menunjuk menteri dan wakil presiden. Dia juga berhak campur tangan dalam sistem hukum.

Selain menunjuk menantunya untuk menduduki posisi menteri keuangan, Erdogan memilih panglima militer Jenderal Hulusi Akar sebagai menteri pertahanan. Adapun Mevlut Cavusoglu dipertahankan sebagai menteri luar negeri.

Kalangan oposisi dan pengritik Erdogan menilai kewenangan baru yang dimiliki pria tersebut akan menghancurkan demokrasi di Turki.

Sebelumnya pemerintah Turki telah memecat lebih dari 18.000 anggota tentara, polisi, akademisi, serta pegawai negeri. Langkah pembersihan itu merupakan yang terbaru setelah upaya kudeta militer yang gagal dua tahun silam.

Bagi para pendukungnya, sistem politik baru ini lebih kuat, sedangkan bagi pengeritiknya, kekuasaan Erdogan terlampau besar dan menyebabkan demokrasi di Turki mati.
Erdogan kini merupakan pemimpin terkuat Turki sejak era Mustafa Kemal Ataturk, bapak pendiri negara Turki yang sekuler dan menghendaki Turki menjadi bagian dari kekuatan Barat.

Berbeda dengan Ataturk, Presiden Erdogan menempatkan agama pada jantung Turki dan justru menjauhkan Turki dari Barat.

 

Tag : turki
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top