Jepang Dilanda Hujan Hebat, 64 Orang Meninggal

Hujan deras melanda beberapa bagian barat Jepang tiga kali lebih banyak daripada biasanya terjadi pada Juli dan menyebabkan longsor dan air di sungai-sungai meluap. Banyak orang terperangkap di rumah-rumah mereka atau atap rumah.
Newswire | 08 Juli 2018 14:59 WIB
Warga diselamatkan dari area yang terendam banjir oleh tentara Jepang di Kurashiki, Jepang, Sabtu (7/7). - Kyodo via Reuters

Bisnis.com, TOKYO -- Jumlah korban meninggal akibat hujan yang tak pernah terjadi sebelumnya di Jepang naik jadi sedikitnya 64 orang pada Minggu (8/7/2018) setelah air di sungai-sungai meluap dan memaksa jutaan orang meninggalkan rumah-rumah mereka, demikian media melaporkan.

Hujan diperkirakan akan melanda sejumlah kawasan untuk sedikitnya satu hari lagi.

Hujan deras melanda beberapa bagian barat Jepang tiga kali lebih banyak dari pada biasanya terjadi pada Juli dan menyebabkan longsor dan air di sungai-sungai meluap. Banyak orang terperangkap di rumah-rumah mereka atau atap rumah.

"Kami tak pernah mengalami hujan seperti ini sebelumnya," kata seorang pejabat di Badan Meteorologi Jepang (JMA) dalam jumpa pers. "Ini adalah situasi yang sangat berbahaya."

Sedikitnya 64 orang meninggal dan 44 hilang, kata media NHK setelah jumlah korban yang tercatat semalam mencapai 49.

Di antara yang meninggal ialah seorang anak laki-laki berusia 9 tahun yang diyakini terperangkap di rumahnya tanah longsor yang menyebabkan sedikitnya tiga orang lain meninggal. Satu di antara mereka ialah seorang pria berusia 80 tahun lebih.

"Seluruh yang saya punya ialah apa yang saya kenakan," kata seorang perempuan yang diselamatkan menggenggam sebuah boneka kepada Telivisi NHK.

"Kami berusaha naik ke lantai dua tapi kemudian air naik lagi, jadi kami naik ke lantai tiga," ujarnya.

Pemerintah Jepang telah mendirikan pusat menejemen kedaruratan di kantor perdana menteri dan sebanyak 54.000 penyelamat dari militer, polisi dan dinas kebakaran dikerahkan ke kawasan-kawasan yang dilanda bencana di bagian barat dan barat daya Jepang.

"Masih banyak yang hilang dan yang lainnya perlu bantuan, kami bekerja melawan waktu," kata Perdana Menteri Shinzo Abe.

Peringatan-peringatan darurat akan kemungkinan hujan lebih buruk masih berlaku untuk tiga prefektur, dengan curah hujan 300 mm diramalkan jatuh pada Senin pagi di beberapa bagian Shikoku, pulau utama yang paling kecil.

Perintah evakuasi masih berlaku untuk sebanyak 2 juta orang dan 2,3 juta lagi disarankan untuk dievakuasi, walau hujan telah berhenti dan air banjir menyusut di beberapa kawasan. Peringatan tanah longsor dikeluarkan di lebih seperempat prefektur negara itu, demikian Reuters.

Sumber : Antara

Tag : jepang
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top