Pengembangan Wisata Danau Toba Kurang Terintegrasi

Pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional harus dilakukan secara terpadu dan terintegrasi di antara aspek pendukung lainnya.
John Andhi Oktaveri | 03 Juli 2018 19:57 WIB
Wisatawan berada di kawasan Pantai Bebas Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (27/10). Pemerintah terus melakukan pengembangan pariwisata ke Danau Toba diantaranya membangun infrastruktur menuju kawasan Danau Toba, yang kini menjadi salah satu dari 10 tujuan wisata prioritas di Indonesia. ANTARA FOTO - Irsan Mulyadi

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata internasional harus dilakukan secara terpadu dan  terintegrasi di antara aspek pendukung lainnya. 

Pengamat pariwisata Sanggam Hutapea menilai akses ke Danau Toba sangat terbuka, karena  pemerintah  sudah membangun jalan tol guna memperpendek jarak tempuh  ke Danau Toba. Demikian juga dengan pembangunan bandara Internasional Silangit.

Akan tetapi, lanjutnya, kawasan Danau Toba sebagai obyek yang  diandalkan dan menjadi  daya tarik mendatangkan wisatawan  belum ada perubahan.

“Hingga kini destinasi wisata Danau Toba masih monoton mengandalkan keindahan alamnya saja . Padahal,  jika tidak ada perubahan dan pembenahan  yang bisa  membuat  wisatawan  tertarik, maka akan sulit untuk menjadikannya sebagai tujuan utama wisatawan mancanegara,” ujarnya dalam satu diskusi soal pariwisata, Selasa (3/7/2018).

Menurutnya, dengan menjadikan Danau Toba sebagai destinasi yang nyaman dan aman maka wisatawan akan betah berlama lama di sana.

Alumni pasca sarjana Universitah Gajah Mada itu mengharapkan tujuh kabupaten  yang daerahnya bersentuhan langsung di kawasan Danau Toba harus menjalin  kerjasama  yang permanen dan  sepakat membangun destinasi  wisata  di kawasan Danau Toba dan tidak saling berkompetisi.

Menurutnya, tujuh kabupaten itu harus saling melengkapi sehingga setiap wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba tidak hanya singgah di beberapa destinasi wisata saja .

"Saya yakin ketujuh daerah yang bersentuhan dengan kawasan  Danau Toba   punya produk wisata yang memiliki ciri khas sendiri-sendiri untuk mampu  membuat orang tertarik di samping mengandalkan keindahan alam Danau Toba, "  ujar Sanggam.  

Dia menilai selain keindahan alam  Danau Toba, masih banyak potensi yang layak jadi destinasi wisata seperti produk  pertanian kemenyaan di  Humbang Hasundutan, penenun Ulos di Tobasa.

Sementara  itu Parapat sebagai  gerbang wisata di Danau Toba, juga ada  'Istana Presiden' tempat Pengasingan Presiden pertama RI Soekarno dan Haji Agus Salim yang terletak  di semenanjung Marihat. 

Terkait faktor keselamatan , Sanggam meminta Pemerintah memperbaiki seluruh dermaga, termasuk pengadaan toilet- toilet  di kawasan Danau Toba. Pelabuhan pelabuhan dikawasan  ini  harus diperbaiki  untuk melayani rute rute pelayaran yang mengakomodiri kepentingan masyarakat  dan wisatawan. 

Selain  itu kelengkapan alat alat keselamatan seperti pelampung, kapal kapal di Danau Toba harus  dilengkapi alat komunikasi , sehingga dalam keadaan darurat kapal yang berlayar dapat berkomunikasi ke petugas di  pantai (pelabuhan). Dengan demikian kalau terjadi kecelakaan kapal jumlah korban bisa diminimalisir.

Tag : danau toba
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top