Djarum Foundation Gelar Seleksi Mahasiswa Calon Penerima Djarum Beasiswa Plus 2018/2019

Djarum Foundation menggelar proses seleksi mahasiswa calon penerima Djarum Beasiswa Plus 2018/2019 di Yogyakarta pada Kamis, 28 Juni 2018.
Andhika Anggoro Wening | 28 Juni 2018 17:27 WIB
Tes seleksi Djarum Beasiswa Plus di Yogyakarta diikuti oleh ratusan mahasiswa yang memenuhi beberapa persyaratan antara lain; memiliki IPK minimal 3,00 dan aktif berorganisasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Djarum Foundation menggelar proses seleksi mahasiswa calon penerima Djarum Beasiswa Plus 2018/2019 di Yogyakarta pada Kamis, 28 Juni 2018.

Seleksi di Kota Pelajar ini diikuti lebih dari 700 peserta yang berasal dari tujuh perguruan tinggi ternama yakni: Insitut Seni Indonesia, STIE YKPN, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Sanata Dharma. Tes seleksi ini merupakan proses penjaringan mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mendapatkan beasiswa prestasi dari Djarum Foundation.

Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Laksmi Lestari mengatakan, seleksi di Yogyakarta merupakan bagian dari seleksi yang diselenggarakan di lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia. Secara keseluruhan mahasiswa yang mendaftar untuk menjadi Beswan Djarum (sebutan penerima Djarum Beasiswa Plus) mendekati 13.000 orang.

“Yogyakarta merupakan salah satu kota dengan jumlah peserta terbanyak pada tes seleksi Djarum Beasiswa Plus 2018/2019, yakni sebanyak 764 mahasiswa,” tutur Laksmi Lestari, di Gedung Grand Pacific Hall, Yogyakarta, Kamis (28/6).

Sejumlah persyaratan dasar harus dipenuhi untuk menjadi Beswan Djarum, antara lain berasal dari perguruan tinggi yang bermitra dengan Djarum Beasiswa Plus, memiliki IPK pada semester III minimal 3,00, dan juga aktif berorganisasi. Dalam proses seleksi ini para peserta akan mengikuti rangkaian tes selama 3 hari. Dimulai dengan tes tertulis untuk menguji kompetensi akademik, peserta yang lolos kemudian mengikuti tes selanjutnya yakni Group Assigment Test serta wawancara individu.

Menurut Laksmi, respon positif dan antusiasme mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta terlihat dalam proses seleksi Djarum Beasiswa Plus. Ia menilai generasi muda saat ini semakin tertarik untuk mengembangkan keterampilan lunak (soft skills) yang bisa didapatkan dengan menjadi Beswan Djarum. “Para Beswan Djarum akan mendapatkan berbagai pelatihan yang dimaksudkan untuk menyerasikan antara pencapaian akademik (hard skills) yang diperoleh di perguruan tinggi dengan berbagai keterampilan lunak (soft skills). Tujuannya, agar para Beswan Djarum di kemudian hari menjadi pemimpin bangsa yang cakap secara inteligensia dan emosional,” tambah Laksmi.

Selain pembekalan soft skills dan bantuan dana pendidikan selama 1 tahun, para mahasiswa yang diterima dalam program ini nantinya juga akan tergabung dalam jejaring alumni Beswan Djarum yang telah mencapai lebih dari 10.335 alumni di seluruh Indonesia.

Manfaat menjadi Beswan Djarum diamini oleh Slamet Kastoro, Beswan Djarum 2015/2016 dari Universitas UPN Veteran Yogyakarta jurusan Teknik Pertambangan. Pria yang akrab disapa Tora ini mengakui segera mengaplikasikan beragam soft skills yang diterima selama menjadi Beswan Djarum, bahkan saat masih duduk di bangku kuliah. “Saat menjadi Beswan Djarum, saya dilatih membangun jiwa kepemimpinan yang visioner untuk membawa masyarakat ke arah yang lebih baik. Soft skills ini ternyata bisa saya terapkan di kampus ketika saya terpilih menjadi Presiden Mahasiswa yang membawahi 20 jurusan di kampus,” ujar Kastoro.

Kini, setelah lulus kuliah, ia meniti karier pada salah satu perusahaan kontraktor batu bara di Indonesia. Tak berhenti di kampus saja, pria berusia 25 tahun ini juga akan menerapkan soft skills yang diberikan Djarum Beasiswa Plus ke cakupan yang lebih luas. Salah satunya lewat dunia pendidikan dimana ketertarikannya pada bidang tersebut sudah ditunjukkan dengan cara terjun langsung mengajar anak-anak kurang mampu di bantaran Kali Code, Yogyakarta.

Upaya untuk menyerasikan kemampuan akademik dengan soft skills ini juga mendapat sambutan baik dari perguruan tinggi yang bermitra dengan Djarum Beasiswa Plus. Menurut Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. R. Suharyadi M.Sc, pembekalan soft skills sangat berguna bagi mahasiswa di era saat ini, mengingat para mahasiswa merupakan bibit-bibit yang kelak membawa perubahan bagi bangsa.

“Tentunya, jika orientasinya untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi, kita tidak hanya bicara tentang ilmu-ilmu yang diperoleh mahasiswa di kampus saja, tapi mereka juga perlu membentuk karakter yang memiliki daya saing, jiwa kepemimpinan yang visioner dan wawasan kebangsaan. Ini yang diharapkan bisa didapatkan oleh mahasiswa yang bergabung dalam Djarum Beasiswa Plus,” tutur Suharyadi.

Selain di Yogyakarta, menyusul wilayah Jawa Tengah juga akan diselenggarakan Tes Seleksi Djarum Beasiswa Plus yang meliputi kota-kota: Solo pada 5-6 Juli 2018, Semarang pada 31 Juli – 2 Agustus 2018 dan Kudus 24 Agustus 2018. “Melihat animo pendaftar yang demikian tinggi dari seluruh Indonesia, kami ingin berperan aktif membantu menciptakan kesempatan pengembangan kecerdasan emosional bagi generasi muda kita,” tutup Laksmi.

Tag : beasiswa
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top