Batam Butuh Rencana Induk Pembangunan Jangka Panjang

Kota Batam membutuhkan rencana induk pembangunan jangka panjang yang berlaku selama 15 sampai 20 tahun mendatang. Rencana induk ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian arah pembangunan Batam dalam jangka waktu panjang
Sarma Haratua Siregar | 27 Juni 2018 11:45 WIB
Salah satu sudut Batam, Kepulauan Riau - Antara

Bisnis.com, BATAM – Kota Batam membutuhkan rencana induk pembangunan jangka panjang yang berlaku selama 15 sampai 20 tahun mendatang. Rencana induk ini dimaksudkan untuk memberikan kepastian arah pembangunan Batam dalam jangka waktu panjang.

Menurut Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, rencana pembangunan jangka panjang harus menjadi kesepakatan bersama yang disahkan oleh Presiden RI. Dengan demikian, tak akan ada perubahan arah pembangunan karena perubahan personel pimpinan lembaga di institusi pemerintahan atau alasan lainnya.

Kepastian arah pembanguna memiliki nilai strategis untuk memberikan rasa nyaman terhadap investor di Batam. Terutama yang menanamkan modal besar untuk jangka panjang. Perubahan fundamental secara cepat dan mendadak akan menurunkan kepercayaan investor di Batam.

Ide tersebut sudah dipaparkan kepada Gubernur Kepri, Menko Perekonomian dan Menko Kemaritiman. Kedua Menteri Koordinator telah meminta BP Batam menyusun detail rencana pembangunan yang akan dimasukan dalam rencana induk pembangunan tersebut.

“Kami diberi waktu 3 bulan untuk menyampaikan rencana detail tersebut. Mulai dari tahapan pembangunan. Untuk beberapa lokasi, harus diperjelas akan ada apa saja di sana,” tuturnya.

Secara khusus BP Batam juga telah bertemu Presiden RI ke-3, BJ Habibie. Dalam pertemuan tersebut Habibie menegaskan, rencana induk pembangunan yang disusun nantinya harus sebagaimaan rencana induk saat Batam dibentuk pertama kalinya.

“Gubernur, Menko Perekonomian dan Menko Kemaritiman sudah setuju dengan ide tersebut. Pak Habibie juga sudah mendengar dan akan mendorong agar presentasi ini dipaparkan di depan Presiden RI,” jelas Lukita.

Rencana induk tersebut nantinya akan disusun dalam bentuk rencana tata ruang. Namun akan ada sejumah rencana pembangunan yang sudah disusun hingga detail desainnya. Kendati tak merinci, setidaknya ada 7 mega proyek pembangunan yang akan masuk rencana induk tersebut. dengan rencana pembangunan yang detil di beberapa proyek strategis.

“Soal produk hukumnya akan dibicarakan dengan berbagai pihak, tapi saya menilai harus da legalitas yang jelas, karena ini adalah investasi jangka panjang,” paparnya.

Salah satu pembangunan jangka panjang yang akan masuk dalam rencana tersebut adalah pembangunan kota air di atas lahan reklamasi seluas 1.400 hektar. Dalam rencana besarnya, kota air akan menjadi Central Bussiness District (CBD) baru di kota Batam.

Lokasi kota air ini berada di Batam Centre, tepat di belakang kantor BP Batam. Sementara pelabuhan internasional Batam Centre nanti akan didorong ke depan Kota Air, sehingga kedalaman lautnya lebih memadai untuk dilabuhi kapal pesiar.

“Lahan 1.400 hektar ini harus dibangun menjadi kota modern di Batam. Tapi ini tentunya butuh waktu yang panjang,” jelasnya. 

Tag : batam
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top