JELAJAH JAWA BALI 2018: Menyusuri Jalur Romantis

Selain untuk mendata komoditas kekayaan negeri, Tim Jelajah Jawa Bali juga merasakan romantisnya berjalan membelah Gunung Semeru
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 13 Juni 2018  |  06:30 WIB
JELAJAH JAWA BALI 2018: Menyusuri Jalur Romantis
Puncak Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranu Pane, Senduro, Lumajang, Jawa Timur - Antara/Seno S

Bisnis.com, BALI -- Selain untuk mendata komoditas kekayaan negeri, Tim Jelajah Jawa Bali juga merasakan romantisnya berjalan membelah Gunung Semeru.

Hujan rintik-rintik dan udara yang begitu sejuk menemani perjalanan Tim jelajah. Bagi pemudik yang tidak terburu-buru, jalur ini bisa menjadi favorit.

Meski telah memasuki tengah siang, udara di pegunungan tidak begitu menyengat, bahkan masih dingin menusuk seperti halnya malam disana.

Jalan terjal penuh gelombang dan kelokan, meski berbahaya, setiap kelokannya memberi pemandangan yang tak pernah membuat mata bosan.

Tim jelajah sering kali menemukan pohon bambu yang rindang, seakan membentuk terowongan, menyambut kedatangan para pendatang.

Selain itu, deru air sering kali kami dengar, memberikan suasana tentram. Bahkan, kami sempat melewati jalan yang airnya melewati jalur kami.

Batu alam nan kokoh juga memberikan suasa kesejukan yang berbeda. Bagaimana tidak, banyak bongkahan batu alam yang diameternya sampai 3 meter, di permukaannya dipenuhi dengan lumut, menandakan batu tersebut sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Ditambah, sisi lembah yang dilewati, seakan memberi tahu bahwa Tim Jelajah sedang berada di negeri atas awan.

Dikarenakan terpanannya Tim Jelajah, beberapa kali kami harus berhenti, hanya sekedar untuk menikmati pemandangan indah tersebut, yang mana pasti sulit ditemukan di kota.

Namun, pesan dari Tim Jelajah, pemudik harus selalu waspada dan menjaga kestabilan kendaraan ketika melewati jalur ini. Bukan hal yang tak mungkin, keindahan tersebut juga bisa berujung hal yang tak diinginkan.

Karena jalur terjal dan lembab, ditambah sering dilewati truk besar dapat membuat kecelakaan yang berujung petaka. 

Penulis naskah: Tim Jelajah Jawa Bali 2018 (Krizia Putri Kinanti, Adam Rumansyah, Pandu Gumilar, M.Richard)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gunung Semeru, Mudik Lebaran 2018

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top