Yahya Cholil ke Israel, Jokowi Tegaskan Itu Urusan Pribadi

"Itu adalah urusan pribadi. Beliau kan sudah menyampaikan itu urusan pribadi karena beliau diundang sebagai pembicara di Israel," kata Presiden dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018).
Yodie Hardiyan | 12 Juni 2018 17:09 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Khatib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf seusai mengikuti prosesi pelantikan sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Kamis (31/5/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menekankan bahwa kepergian Yahya Cholil Staquf ke Israel untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara, merupakan urusan pribadi yang bersangkutan.

Kedatangannya itu sama sekali tidak mengubah sikap Indonesia terhadap perjuangan Palestina. Seperti diketahui, Yahya yang juga baru saja dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden mengunjungi Israel untuk menghadiri sebuah acara diskusi.

"Itu adalah urusan pribadi. Beliau kan sudah menyampaikan itu urusan pribadi karena beliau diundang sebagai pembicara di Israel," kata Presiden dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/6/2018).

Presiden juga telah memberikan arahan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk memprioritaskan isu Palestina selama Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Presiden menegaskan Indonesia secara konsisten akan tetap bersama dengan Palestina.

"Indonesia harus selalu bersama Palestina. Terpilihnya Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB juga harus memberikan manfaat bagi rakyat Palestina," ujarnya kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Terkait kunjungan Yahya tersebut, Retno lebih lanjut memberikan penjelasan mengenai arah kebijakan politik luar negeri Indonesia yang akan terus mendukung Palestina.

Tag : jokowi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top