IDULFITRI 2018: Insya Allah Bakal Serentak 15 Juni

Umat Islam di Tanah Air diperkirakan akan melaksanakan Idulfitri tahun ini secara serentak pada tanggal yang sama yakni 15 Juni 2018.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 07 Juni 2018  |  21:32 WIB
IDULFITRI 2018: Insya Allah Bakal Serentak 15 Juni
Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Ramadan 1439 H. - Antara/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA - Umat Islam di Tanah Air diperkirakan melaksanakan Idulfitri tahun ini secara serentak pada tanggal yang sama yakni 15 Juni 2018.

Sebelumnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 21 Jumadil Akhir 1439 Hijriah/9 Maret 2018, telah mengeluarkan Maklumat tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1439 Hijriah.

Dalam maklumat yang ditandatangani oleh Haedar Nashir (Ketua umum) dan Abdul Mu'ti (Sekretaris umum), PP Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan, 1 Ramadan 1439 H jatuh pada hari Kamis Pahing, 17 Mei 2018 dan Idulfitri, 1 Syawal 1439 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 15 Juni 2018.

Perkiraan pelaksanaan Lebaran Idulfitri 1439 Hijriyah/2018 Masehi berlangsung serentak tersebut disampaikan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin.

"Awal Ramadan dan Idulfitri tahun ini akan seragam, awal puasa 17 Mei dan Idulfitri 15 Juni," kata Thomas, sebagaimana dikutip dari laman https://www.lapan.go.id.

Thomas mengemukakan untuk Idulfitri Insya Allah akan dirayakan bersama-sama pada Jumat Legi, 15 Juni 2018. "Mengingat ijtima’ akhir Ramadan akan terjadi pada Kamis Kliwon, 14 Juni 2018 pukul 2.45 WIB,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Bengkulu, Mukhlisuddin, meyakini Puasa dan Lebaran tahun ini akan serentak.

Namun demikian, kepastiannya akan tetap menunggu hasil pelaksanaan Rukyatul Hilal untuk meneropong posisi bulan dimana hasilnya akan disampaikan di Sidang Isbat yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama.

“Mudah mudahan tidak ada yang duluan atau terakhir. Nanti kita melihat keberadaan bulan. Jika posisi bulan sudah terlihat maka berarti awal bulan Ramadan sudah jelas. Pemerintah akan memutuskan jadwalnya dalam Sidang Isbat," katanya, sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Berdasarkan analisa BMKG, pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Syawal 1439 H - bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya - adalah setelah Matahari terbenam pada 14 Juni 2018.

"Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Syawal 1439 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam pada 14 Juni 2018 tersebut," ujar BMKG dalam laporan tertulis bertajuk "Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam 14 Juni 2018 (Penentu Awal Bulan Syawal 1439 H) ".

Salah satu kesimpulan laporan tersebut adalah ketinggian hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 14 Juni berkisar antara antara 6,08o di Jayapura, Papua sampai dengan 7,64o di Tua Pejat, Sumatra Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
idulfitri, sidang isbat

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top