Kolaborasi SMK dan Industri Diharapkan Hasilkan TK Mumpuni

Kemendikbud menandatangani kontrak kerja sama pemberian bantuan SMK Berbasis Industri/Keunggulan Wilayah bagi SMK pelaksana Link&Match dengan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Rinaldi Mohammad Azka | 31 Mei 2018 16:05 WIB
Ratusan pelajar SMA/SMK Taman Siswa mengikuti workshop retail industri, Rabu (2/5/2018). - Harian Jogja/Sunartono

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menandatangani kontrak kerja sama pemberian bantuan SMK Berbasis Industri/Keunggulan Wilayah bagi SMK pelaksana Link&Match dengan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), di Jakarta, Rabu (30/05/2018).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad menyampaikan kerja sama dengan industri ini menjadi pilar utama dari indeks keberhasilan SMK.

“Indikator sukses SMK itu bukan nilai Ujian Nasional (UN), tetapi hanya satu yaitu semakin tinggi indeks kebekerjaannya dan berwirausaha, itulah SMK terbaik,” kata Hamid dalam keterangan tertulis.

Hamid menegaskan fokus utama agar SMK segera memiliki mitra kerja serta membentuk lulusan yang mampu berwirausaha. Ia menegaskan alumni SMK pada tahun pertama itu bisa terserap di dunia kerja minimal 80% atau berwirausaha.

Direktur Pembinaan SMK, Bakrun, mengungkapkan program ini telah dilaksanakan secara bersama antara SMK di Kabupaten Karawang dengan industri anggota Kadin dan Apindo yang akan diikuti oleh 16 wilayah di Indonesia pada tahun ini. Program ini membentuk kelompok kerja sesuai dengan bidang keahlian yang ada di SMK.

SMK yang menjadi percontohan ini diberikan bantuan oleh Direktorat Pembinaan SMK masing-masing sebesar Rp200 juta guna memfasilitasi penyusunan program bersama dengan industri mitra.

Program ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) No 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kemendikbud mendorong kerja sama antara dunia usaha dengan SMK guna meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Tenaga Kerja, Miftahudin, mengungkapkan saat ini waktu yang tepat untuk menjalin kerja sama antara SMK dan industri.

“Tantangan ke depan memang lebih tinggi dan membutuhkan kolaborasi semua pihak karena ke depan tidak ada lagi istilah pekerja kasar, tetapi pekerja yang terampil dan pekerja yang tersertifikasi mengingat perubahan itu semakin cepat dan semakin tidak terduga,” jelasnya.

 

Tag : smk, kemendikbud
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top