Universitas Brawijaya Percepat Gelar Doktor dan Guru Besar

Universitas Brawijaya (UB) Malang bakal mendesain program percepatan gelar doktor dan guru besar bagi dosennya guna memenuhi standar ideal yang ditetapkan.
Newswire | 24 Mei 2018 11:26 WIB
Universitas Brawijaya - Antara

Bisnis.com, MALANG - Universitas Brawijaya (UB) Malang bakal mendesain program percepatan gelar doktor dan guru besar bagi dosennya guna memenuhi standar ideal yang ditetapkan.

Rektor terpilih UB Malang Profesor Nuhfil Hanani di Malang, Kamis (24/5/2018) mengatakan saat ini pihaknya sedang menggodok program percepatan untuk melahirkan doktor-doktor dan guru besar baru guna memenuhi rasio antara jumlah dosen dengan guru besar maupun doktor.

"Kami akan upayakan program percepatan ini segera terealisasi, sehingga rasio jumlah dosen dan guru besar secara bertahap bisa menuju ideal. Saat ini jumlah guru besar UB 143 orang dan ratusan doktor dari jumlah dosen secara keseluruhan hampir mencapai 2.000 orang," ujarnya.

Rasio ideal antara guru besar dengan dosen minimal 20 persen. Jumlah dosen di UB saat ini mencapai 2.000 orang, sehingga jumlah guru besar yang ada paling tidak sebanyak 400 orang. Sementara, untuk rasio dosen dengan mahasiswa sudah ditata dan memenuhi.

Menyinggung posisi UB berada di peringkat kedelapan hasil survei index Scopus 2018, Nuhfil mengakui jika kelemahan universitas yang bakal dipimpinnya selama empat tahun ke depan tersebut, ada di bidang sumber daya manusia (SDM) dan riset.

"Oleh karena itu, kami memerlukan adanya klinik jurnal agar dosen-dosen UB lebih akrab dengan riset dan dipublikasikan secara internasional. Upaya ini yang akan terus kami genjot agar bisa memperbaiki posisi kami di Index Scopus," ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, saat ini sudah masuk era daya saing Asia, sehingga banyak program internasional yang harus digenjot guna menuju kampus internasional.

"Sekarang masih dalam proses internasionalisasi kampus dan banyak program yang sudah kami luncurkan dan seluruhnya berbasis internasional," tuturnya.

Beberapa program untuk menuju internasionalisasi kampus, menurut Nuhfil, di antaranya adalah memperbanyak kerja sama internasional, jurnal internasional, penelitian berstandar internasional, join riset internasional, publikasi, dan dobel degree, serta mendatangkan sejumlah dosen asing di kampus.

Dekan Fakultas Pertanian itu mengaku di fakultas pertanian saja sudah ada 12 dosen asing dan di fakultas lain juga sudah ada.

"Secara bertahap seluruh fakultas juga akan mendatangkan dosen asing guna meningkatkan kualitas lulusan. Yang pasti sekarang sudah dimulai," katanya.

Bahkan, lanjut Nuhfil, keberadaan dosen asing dalam perkuliahan yang dikemas menjadi program "3 in 1" tersebut menjadi program mendesak yang harus segera diwujudkan di seluruh fakultas.

"Ini akan kita pacu sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa," ucapnya.

Sebelumnya, rektor lama Profesor Muhammad Bisri menggagas program “3 in 1” dengan mendatangkan dosen asing sebanyak 100 orang dari belahan benua Asia, Eropa dan Amerika.

Program “3 in 1” tersebut adalah pengajaran (perkuliahan) yang menghadirkan dosen asing, mahasiswa dan didampingi dosen internal UB.

Sumber : Antara

Tag : universitas brawijaya
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top