Picu Masalah Baru, DPR Panggil Kemenang Soal 200 Mubaligh

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengkhawatirkan rekomendasi 200 nama mubalig yang direkomendasikan Kementerian Agama akan menimbulkan masalah baru.
John Andhi Oktaveri | 21 Mei 2018 14:14 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA--Ketua DPR Bambang Soesatyo mengkhawatirkan rekomendasi 200 nama mubalig yang direkomendasikan Kementerian Agama akan menimbulkan masalah baru.

“Sebetulnya apa yang dilakukan Menteri Agama pasti niatnya baik, tapi yang kita khawatirkan adalah usaha untuk menyelesaikan masalah justru menimbulkan masalah," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senin (21/5).

Menurutnya, upaya Kementerian Agama yang merilis rekomendasi 200 nama penceramah atau mubaligh bisa dipahami karena mereka dipandang tepat menyampaikan ceramahnya kepada masyarakat.

Namun, menurutnya, jangan sampai rekomendasi tersebut justru memicu kontroversi.

Untuk itu, Bamsoet mendorong Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR yang membawahi bidang agama mengadakan rapat dan meminta penjelasan Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin agar menjelaskan secara terbuka kepada publik.

Dengan demikian, tidak ada lagi keresahan di antara para ulama.

"Saya minta komisi terkait untuk memanggil dan meminta penjelasan menteri. Kita selesaikan putusannya di komisi. Saya kan cuma jubir," ujarnya.

Sebelumnya diwartakan, pemerintah melalui Kementerian Agama mengeluarkan rekomendasi untuk 200 mubaligh

Sementara itu, politisi PKS Mardani Ali Sera mengatakan bahwa mestinya yang lebih bijak mengeluarkan daftar mubaligh adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI), bukan Kemenag yang dimotori politisi PPP Lukman Hakim Syaifudin.

“Kalau itu keluar dari Pak Maruf Amin 200 ulama yang direkomendasikan MUI bagus, bagus buat saya itu,” kata Mardani.

Lebih jauh, Anggota DPR RI ini menyebut, justru jika daftar tersebut dikeluarkan oleh selain MUI maka itu sudah keluar dari tugas pokok dan fungsi Kemenag.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, kemenag, ustad

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top