Tukar Sampah Botol Plastik dengan Isi Ulang Gopay

PT Agung Podomoro Land Tbk, bersama Yayasan Agung Podomoro Land, PT Prima Buana Internusa, Inner City Management (PBI-ICM), PT Ari Karya Utama serta GO-PAY, layanan uang elektronik meluncurkan environmental awareness program bertema #TrashForCash.
Mia Chitra Dinisari | 24 April 2018 06:21 WIB
Anak-anak menjual sampah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk, bersama Yayasan Agung Podomoro Land, PT Prima Buana Internusa, Inner City Management (PBI-ICM), PT Ari Karya Utama serta GO-PAY, layanan uang elektronik meluncurkan environmental awareness program bertema #TrashForCash.

Program ini merupakan program bank sampah inovatif dimana sampah botol plastik dapat ditukar dengan saldo GO-PAY. Program #TrashForCash diluncurkan Senin (23/4) sekaligus memperingati Hari Bumi Internasional yang jatuh pada 22 April 2018.

Pada tahap awal program, #TrashForCash fokus pada sampah botol plastik bekas minuman yang merupakan salah satu sampah terbesar di perkotaan. Seluruh masyarakat diajak untuk menjadi peserta #TrashForCash. Mulai dari penghuni apartemen-apartemen yang ada di kawasan Podomoro City, karyawan, tenant, pegawai kantor, sampai anak-anak sekolah di sekitar kawasan.

Untuk berpartisipasi dalam program ini, masyarakat dapat membawa sampah botol plastik bekas minuman ke booth bank sampah #TrashForCash terdekat untuk perhitungan jumlah dan nilai rupiah dari sampah tersebut. Adapun harga untuk botol kecil sampai dengan 330 ml akan dihargai Rp30  per botol, lalu botol ukuran sedang berukuran sampai dengan 600 ml bernilai Rp50 per botol, dan botol ukuran besar sampai dengan 1.200 ml bernilai Rp70 per botol.

Biasanya sampah tersebut ditukarkan dengan insentif berupa uang tunai dari bank sampah. Melalui kerjasama #TrashForCash ini, si pembawa botol bisa menukarkan dengan saldo dari akun Gopay.

Setiap botol yang disetorkan akan dicatat di kartu peserta. Kartu ini wajib dibawa setiap peserta melakukan penyetoran sampah botol plastik di booth #TrashForCash. Pada tanggal 25 sampai dengan 30 tiap bulan, peserta bisa menukarkan sampah plastik yang telah mereka setorkan dengan insentif bank sampah berupa saldo GO-PAY (minimum tukar sebesar 5.000 rupiah). Jika tidak ditukarkan, saldo pada kartu peserta dapat diakumulasikan terus selama periode program ini, yakni 6 bulan.

“Dengan inovasi kemudahan penukaran insentif melalui saldo GO-PAY, kami berharap program #TrashForCash ini akan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat terutama penghuni, warga sekitar kawasan kompleks hunian APL, serta mahasiswa Podomoro University. Kami berharap inovasi program CSR kreatif ini dapat turut membangun budaya sadar bersih lingkungan bagi masyarakat luas,” ucap Nila Marita, Chief Corporate Affairs GO-JEK Indonesia dalam siaran persnya.

Kolaborasi ini juga melibatkan PBI-ICM dan PT Ari Karya dalam pengelolaan sampah yang dikumpulkan dari masyarakat. PBI-ICM sebagai pihak yang mengelola sampah di lokasi kegiatan dan PT Ari Karya sebagai pengumpul dan pengangkut sampah yang telah dikumpulkan dari peserta Program #TrashForCash. PBI-ICM dan PT Ari Karya akan memastikan sampah anorganik berupa botol plastik bekas minuman ini dikelola dan didaur ulang dengan baik dan sehingga mampu mengurangi beban sampah yang diangkut ke Tempat Penampungan Akhir.

Pemimpin Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL), Indra Widjaja Antono berharap program #TrashForCash mampu meningkatkan kepedulian lingkungan, sekaligus langkah edukasi di masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Program ini sekaligus mendukung upaya pemerintah yang tengah gencar menyelesaikan permasalahan sampah di Tanah Air di mana pemerintah Indonesia memiliki target Indonesia Bebas Sampah 2020.

Indra menjelaskan, jika program #TrashForCash yang dilaksanakan di Kawasan Podomoro City, Jakarta Barat ini direspon baik oleh masyarakat, maka tidak tertutup kemungkinan program tersebut akan direplikasi di kawasan-kawasan lain yang dikelola oleh APL, terutama kawasan dengan tingkat hunian yang tinggi.

Sebagai gambaran, di kawasan Podomoro City, Jakarta Barat, total unit sekitar 9.900 unit atau sekitar 19.800 penghuni dewasa dari 16 tower apartemen yang sudah aktif dan dengan tingkat okupansi lebih dari 80%. Jumlah tersebut belum termasuk karyawan kantor APL Tower, karyawan pengelola, dan pengunjung Mall Central Park. Per Desember 2017, pengunjung Mall Central Park dan Soho dapat mencapai 300.000 orang/bulan. Selain itu, Podomoro City terletak di dekat kawasan pemukiman Tanjung Duren yang dikelilingi sejumlah sekolah dan universitas.

#TrashForCash merupakan salah satu program dari Flagship Social Campaign APL bertajuk #UntrashingNow. Kampanye sosial ini mencermati masalah sampah dan bertujuan untuk mendorong perubahan budaya masyarakat terhadap sampah.

Sebelumnya, Agung Podomoro Land juga sudah meluncurkan salah satu program dari Untrashing Now yang bernama Trash For Points. Program tersebut merupakan hasil berkolaborasi antara Agung Podomoro Land, Yayasan Agung Podomoro, PBI-Inner City, dan Central Park Mall – Neo Soho Mall dimana public bisa menukarkan sampah plastik, kertas, dan baterai dengan poin belanja 360 Degree.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank sampah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top