Kata Amien Rais, Poros Ketiga Mustahil Muncul

Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais angkat bicara soal wacana poros ketiga yang ingin dihadirkan oleh Partai Demokrat saat kontestasi Pemilihan Presiden 2019.
Feni Freycinetia Fitriani | 24 April 2018 18:54 WIB
Amien Rais - Antara

Kabar24.com, JAKARTA — Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais angkat bicara soal wacana poros ketiga yang ingin dihadirkan oleh Partai Demokrat saat kontestasi Pemilihan Presiden 2019.

Poros tengah tersebut tentu akan berada di antara dua kandidat calon presiden yang sudah digembar-gemborkan, yakni sang petahana (incumbent) Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

"Jadi sekarang gambarannya Pak Jokowi didukung oleh PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PPP. Kemudian ada wacana poros ketiga. Menurut saya, poros ketiga itu hampir mustahil," katanya setelah menyelesaikan ceramah di Balai Kota DKI, Selasa (24/4/2018).

Alasannya, partai-partai tersebut sudah terlanjut "nemplok" untuk mendukung Jokowi. Sisanya tinggal beberapa partai yang tidak atau belum menentukan sikap, yaitu Gerindra, PKS, Demokrat, PAN, dan PKB.

Jika satu paket (koalisi) harus 20% dari total kursi, Gerindra dan PKS sudah pasti akan mendukung Prabowo. Hal ini membuat wacana poros ketiga hanya untuk memeriahkan suasana.

"Substansinya enggak ada. Saya bisa keliru, tetapi untuk saya hanya dua paket [Jokowi vs Prabowo]," imbuhnya.

Dia pun berteori bahwa perolehan suara Prabowo saat Pilpres 2014 berkisar 46%. Menurutnya, jumlah tersebut masih captive atau belum banyak berubah. Di sisi lain, elektabilitas Jokowi justru terus tergerus hingga ke bawah 45%.

Amien Rais bahkan menyinggung elektabilitas Joko Widodo saat berceramah di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta.

"Ini [sambil menunjuk foto Jokowi] elektabilitasnya sudah down. Kata ahli survey kalau seorang incumben atau penatahan elektabilitas di bawah 50% itu untuk menang kembali seperti impossible," katanya di acara Ustadzah Peduli Negeri di Balai Agung DKI.

Tag : jokowi, prabowo subianto, amien rais, Pilpres 2019
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top