Pekerja Kesehatan di Negeria Ancam Mogok Tanpa Batas Waktu

Pekerja kesehatan Nigeria pada Senin (16/4/2018) mengancam akan menggelar pemogokan tanpa batas waktu di seluruh negeri itu mulai Selasa (17/4/2018) tengah malam akibat dugaan kegagalan pemerintah untuk memenuhi tuntutan mereka.
Newswire | 17 April 2018 11:50 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, LAGOS - Pekerja kesehatan Nigeria pada Senin (16/4/2018) mengancam akan menggelar pemogokan tanpa batas waktu di seluruh negeri itu mulai Selasa (17/4/2018) tengah malam akibat dugaan kegagalan pemerintah untuk memenuhi tuntutan mereka.

Josiah Biobelemoye, Presiden Serikat Pekerja Gabungan Sektor Kesehatan (JOHESU), mengeluarkan pemberitahuan mengenai pemogokan tersebut selama pertemuan di Abuja, Ibu Kota Nigeria.

Biobelemoye menyampaikan bahw aksi industri itu berkaitan dengan apa yang gambarkan sebagai ketidak-pekaan dan sikap kurang bersemangat pengendali sektor kesehatan.

Ia menginstruksikan semua anggota JOHESU di lembaga kesehatan federal di seluruh negeri tersebut agar memulai pemogokan pada tengah malam 17 April.

Biobelemoye mendaftar tuntutan mereka meliputi penilaian lanjutakan Skala Gaji dan tambahan pengawai profesional kesehatan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi.

Tuntutan lain ialaha pelaksanaan putusan pengadilan dan kajian lanjutan mengenai usia pensiun dari 60 jadi 65 tahun.

Biobelemoye mengatakan kepada hadirin bahwa serikat pekerja itu menghentikan pemogokan terakhir di seluruh negeri tersebut pada 30 September 2017, setelah penandatanganan Memorandum Ketentuan Penyelesaian (MOTS), dengan pemerintah federal.

Menurut dia, MOTS dirancang untuk dilaksanakan dalam waktu lima tahun setelah tanggal pembekuan pemogokan.

Enam bulan setelah pembekuan di seluruh negeri itu, pemerintah belum melakukan apa pun yang nyata mengenai masalah yang menggantung.

Menurut dia, serikat pekerja tersebut pada 5 Februari memberi ultimatum baru 21 hari guna memungkinkan pemerintah memenuhi kesepakatan itu.

Presiden JOHESU mengatakan kepada wartawan bahwa serikat pekerja tersebut memberi tambahan 30 hari kerja mulai 5 Maret, setelah berakhirnya ultimatum awal 21 hari.

Biobelemoye, yang menggambarkan anggota serikat pekerja sebagai pecinta perdamaian, menekankan bahwa 45 hari diberikan semata-mata karena serikat pekerja memiliki kepentingan mengenai apa yang menjadi inti masalah.

Sumber : Antara

Tag : nigeria
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top