Hakim Artidjo Alkostar Bantah Dekat Dengan FPI

Hakim Agung Artidjo Alkostar angkat bicara menanggapi isu kedekatannya dengan organisasi Front Pembela Islam (FPI).
JIBI | 31 Maret 2018 13:29 WIB
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Hakim Agung Artidjo Alkostar angkat bicara menanggapi isu kedekatannya dengan organisasi Front Pembela Islam (FPI).

“[Kabar dekat dan menjadi pengurus FPI] itu ngawur, ngawur sekali,” ujarnya singkat ketika ditemui di sela menghadiri peluncuran buku di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Sabtu (31/3/2018).

Pasca Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) vonis kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, beredar kabar Artidjo Alkostar--yang turut menangani kasus itu--dekat dengan FPI. Bahkan, dia dikabarkan pernah menjadi pengurus Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia FPI.

Selama ini, FPI menjadi organ yang getol menuntut proses hukum kasus penistaan agama oleh Ahok hingga mendesak MA menolak PK Ahok. Artidjo menuturkan selama ini pihaknya belum pernah berurusan dengan FPI dalam kegiatan apapun.

Dia menjelaskan selama ini kiprahnya dalam bidang hukum cenderung memperhatikan kelompok tertindas termasuk minoritas. Artidjo pun mencontohkan bagaimana dulu ia getol membela rohaniwan Katolik Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau dikenal Rama Mangun.

Rama Mangun merupakan rohaniwan yang kala itu dikenal gigih melawan kebijakan penggusuran hunian warga lembah Kali Code Yogya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DI Yogyakarta pada masa Orde Baru. Dia juga pernah membela kasus Santa Cruz di Dili, Timor Timur.

“Dulu saya membela orang Katolik di Timor Timur, membela Rama Mangun di Kali Code, jadi sangat tidak mungkin [saya dekat dan pernah menjadi pengurus FPI],” lanjutnya.

Artidjo juga enggan menanggapi penolakan atas pengajuan PK Ahok dalam kasus penistaan agama. 

“Sudah saya masukkan di media jawaban saya,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fpi

Sumber : Tempo.co
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top