Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasang Boneka di Atap Mobil, Anda Didenda Rp420 Ribu

Kepolisian Chengdu, China, melarang pemasangan boneka di atas atap mobil karena dianggap dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 27 Maret 2018  |  15:34 WIB
Ilustrasi - Mobil Volvo swakemudi yang dibeli oleh Uber bergerak di persimpangan jalan di Scottsdale. - Reuters
Ilustrasi - Mobil Volvo swakemudi yang dibeli oleh Uber bergerak di persimpangan jalan di Scottsdale. - Reuters

Kabar24.com, BEIJING - Kepolisian Chengdu, China, melarang pemasangan boneka di atas atap mobil karena dianggap dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Bagi pengendara yang kedapatan memasang boneka di atas kap mobil di Ibu Kota Provinsi Sichuan itu akan dikenai denda sebesar 200 Reminbi/ RMB (Rp420 ribu) dan pengurangan poin bagi pemilik surat izin mengemudi.

Peraturan tersebut mulai berlaku pada Senin (26/3) sebagaimana dilaporkan oleh newssc.org yang dipantau Antara di Beijing, Selasa.

Satuan Lalu Lintas Kepolisian Chengdu menginstruksikan penurunan dekorasi mobil seperti boneka sejumlah tokoh "superhero" Marvel, Minions, Super Mario, Disney Princess.

Boneka-boneka itu bisa menginspirasi para pengemudi untuk mempercepat laju kendaraan seperti tokoh idolanya yang bisa terbang sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, demikian otoritas kepolisian setempat.

Otoritas setempat juga menyatakan bahwa para pengemudi yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas harus mau bertanggung jawab.

Pemasangan boneka tokoh-tokoh pahlawan dalam dunia kartun dan film fiksi tersebut di atas kap mobil (kebanyakan di pojok belakang) menjadi tren dalam beberapa bulan terakhir di seluruh daratan China.

Jajaran kepolisian di pelosok China telah meminta para pemilik mobil untuk tidak menambah aksesori atau dekorasi tak berguna di bagian eksterior mobil guna membantu menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas, tulis People's Daily.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top