Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Pilkada, KPI Minta Televisi Berimbang & Proporsional

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menilai penayangan ada 2 program siaran Trans 7 tidak mengedepankan asas keberimbangan dan proporsionalitas.
KPI Pantau tayangan televisi/Antara
KPI Pantau tayangan televisi/Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menilai penayangan ada dua program siaran Trans 7 tidak mengedepankan asas keberimbangan dan proporsionalitas terkait dengan pilkada.

Penilaian itu mengacu pada penayangan program siaran Slank in Love dan siaran Anak Cerdas Indonesia yang menampilkan salah satu calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng), yaitu Ganjar Pranowo.

Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah, mengatakan dalam siaran Slank in Love pada 27 Februari 2018 pukul 20.29 WIB tampil Ganjar Pranowo dengan keterangan gambar sebagai Gubernur Jateng dan menyampaikan kesan tentang lagu Slank.

Kemudian, dalam program siaran Anak Cerdas Indonesia pada 11 Maret 2018 pukul 17.59 WIB, terdapat penampilan Ganjar Pranowo dengan keterangan gambar sebagai Gubernur Jateng yang ikut berpartisipasi dalam kuis di acara tersebut.

“Hingga 22 Maret 2018 pemantauan KPI Pusat tidak menemukan penampilan calon Gubernur Jawa Tengah yang lain dalam dua program siaran tersebut,” katanya dalam situs resmi KPI Pusat, Jumat (23/3/2018).

Menurutnya, KPI Pusat menilai dua tayangan itu tidak mengedepankan prinsip keberimbangan dan proposionalitas sebab dalam tayangan tersebut terdapat keterangan gambar Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng.

Padahal, lanjutnya, sebagai petahana Ganjar Pranowo telah mengajukan cuti untuk berkampanye per 15 Februari 2018, sehingga tidak tepat jika dilabeli atau diberi keterangan gambar sebagai Gubernur Jateng.

Dia menjelaskan dua program siaran Trans 7 yaitu Slank in Love dan Anak Cerdas Indonesia, terbukti melanggar pedoman Standar Program Siaran (SPS) Pasal 71 ayat 2 dan 5 sehingga KPI Pusat langsung mengadakan rapat internal.

Dalam rapat itu, tambahnya, juga hadir pihak Trans 7 yang kemudian memahami dan menyampaikan permintaan maaf atas penayangan salah satu calon Gubernur Jateng dalam dua program siaran tersebut.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper