Pemprov Kaltara Jalin Kerja Sama Dengan Investor Korsel

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menjalin kerja sama dengan PT Dragon Land terkait pembangunan sejumlah proyek infrastruktur dan energi di kawasan tersebut.
Eldwin Sangga | 14 Maret 2018 10:43 WIB
Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie bersama Direktur Utama PT Dragon Land Lim Yong menandatangani nota kesepahaman tentang investasi pembangunan pelabuhan internasional, pengembangan kawasan industri, dan pembangunan PLTU 1.000 MW di Kaltara, Selasa (13/3). - Istimewa

Bisnis.com, TARAKAN -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menjalin kerja sama dengan PT Dragon Land terkait pembangunan sejumlah proyek infrastruktur dan energi di kawasan tersebut.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie dan Direktur Utama Dragon Land Lim Yong, Selasa (13/3/2018). Memorandum of Understanding (MoU) tersebut mencakup investasi pembangunan pelabuhan internasional, pengembangan kawasan industri, dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1.000 MW di Kaltara. 

“Saya sebagai Gubernur Kaltara, berbahagia karena akhirnya kami menandatangani MoU yang cukup lama dibahas. Kenapa lama baru ditandatangani? Ini karena kami menempatkan Pemprov Kaltara dalam posisi sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Saya juga, selaku gubernur menempatkan diri sesuatu dalam koridor hukum yang mengikat sesuai kewenangan sebagai kepala daerah juga perwakilan pemerintah pusat di daerah,” papar Irianto.

Dragon Land adalah perusahaan konsorsium Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dengan investor swasta. Sebelum MoU ditandatangani, Gubernur memerintahkan agar dilakukan analisa hukum bekerja sama dengan pakar hukum dari Universitas Mulawarman Samarinda.

“Tujuannya, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Kedua, kami berupaya menjalin sinergi yang baik dengan Pemerintah Korsel juga pengusaha di sana. Ditambah lagi, Mr Lim punya networking yang baik dengan Pemerintah Korsel juga para pengusaha bonafid di sana,” urainya.

Irianto juga telah menunjuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Kaltara yang akan memberikan saran kepada Gubernur atas berbagai hal, baik saran internal maupun eksternal. Dengan demikian, semua kerja sama yang dilakukan akan didampingi oleh tim tersebut. 

MoU dengan Dragon Land juga dibuat dalam jangka waktu enam bulan dan memasuki fase Business-to-Business (B2B). Hal ini dilakukan untuk memastikan keseriusan Dragon Land dalam menjalankan kemitraan tersebut. 

Dia menerangkan Dragon Land memiliki jaringan yang luas, termasuk dengan Hyundai dan sejumlah perusahaan besar lainnya di Korsel. Diharapkan jaringan tersebut dapat mendatangkan kelompok usaha di Korsel untuk berinvestasi di Kaltara.

Tag : kaltara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top