6 SIFAT MANUSIA: Mengenang Mochtar Lubis

Berita mengenai kasus korupsi, dari tahun ke tahun, tak pernah surut. Bahkan, intensitasnya seolah semakin meningkat menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2018 dan pemilihan presiden 2019.
Gajah Kusumo | 07 Maret 2018 19:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Berita mengenai kasus korupsi, dari tahun ke tahun, tak pernah surut. Bahkan, intensitasnya seolah semakin meningkat menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2018 dan pemilihan presiden 2019.

Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi sampai harus menyiapkan ‘panduan’, sebagai langkah antisipasi terhadap maraknya korupsi oleh kepala daerah, untuk menghindari area rawan rasuah. Apakah sudah demikian parahnya korupsi di Indonesia?

Jika kita mundur ke 41 tahun silam atau tepatnya 6 April 1977, Mochtar Lubis, sastrawan dan wartawan senior, pernah menyampaikan pidato kebudayaan di Taman Ismail Marzuki, yang kemudian dijadikan buku dengan judul Manusia Indonesia.

Manusia Indonesia, menurut Mochtar Lubis, yang lahir 96 tahun silam (7 Maret 1922), mempunyai ciri-ciri pertama munafik atau hipokrit, kedua enggan dan segan bertanggung jawab atas perbuatannya, dan ketiga berperilaku feodal.

Sifat keempat, yaitu percaya takhayul, kelima berbakat seni, dan keenam memiliki karakter yang lemah.

Lima sifat diantaranya adalah cikal bakal yang memicu terjadinya korupsi, yang secara perlahan menggerogoti kemandiran bangsa.

Presiden Joko Widodo sendiri pernah menyatakan akan sulit membangun kemandirian bangsa jika sifat-sifat yang diungkapkan oleh Mochtar Lubis itu ini masih melekat. Berangkat dari kondisi itulah, Jokowi kemudian memperkenalkan jargon Revolusi Mental. 

Tag : korupsi
Editor : Gajah Kusumo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top