Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Presiden Berharap Penyelesaian RUU KUHP Dipercepat. Ini Alasannya

Presiden Joko Widodo disebut oleh tim perancang Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum PidaPresiden Joko Widodo disebut oleh tim perancang RUU KUHP berharap penyelesaian rancangan undang-undang itu dipercepat.na (RUU KUHP) berharap penyelesaian RUU itu dipercepat
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 07 Maret 2018  |  18:27 WIB
Presiden Berharap Penyelesaian RUU KUHP Dipercepat. Ini Alasannya
Presiden Joko Widodo - Antara/Puspa Perwitasari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--- Presiden Joko Widodo disebut oleh tim perancang RUU KUHP berharap penyelesaian rancangan undang-undang itu dipercepat.

Hal itu disampaikan tim perancang RUU KUHP setelah bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Rabu (7/3/2018).

Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Enny Nurbaningsih mengatakan apabila RUU KUHP ini tidak selesai dalam masa pemerintahan kali ini hingga 2019 maka akan menjadi permasalahan besar.

"Karena akan diulangi dari 0 lagi dalam periode pemerintahan berikutnya. Kalau siklusnya begitu terus kita tidak punya KUHP milik bangsa kita sendiri. Itu yang jadi tekanan Presiden, jadi disegerakan," kata Enny.

Dalam pertemuan antara tim perancang dan Presiden itu disebutkan bahwa Presiden ingin mendapatkan perkembangan terbaru mengenai rancangan terakhir.

Seperti diketahui, RUU KUHP merupakan salah satu RUU terlama yang pernah dibahas pemerintah.

Perancang RUU KUHP lainnya yang juga mantan menteri kehakiman, Muladi, mengatakan RUU KUHP ini sudah dibicarakan lebih dari 40 tahun.

Penyusunan RUU KUHP ini diharapkan dapat menghapus citra kolonial dalam KUHP atau dekolonialisasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ruu kuhp
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top