Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gerindra : Cawapres Prabowo dari Unsur Nasionalis

Partai Gerindra melirik sosok dari kalangan nasionalis sebagai cawapres setelah memastikan akan mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Maret 2018  |  15:45 WIB
Gerindra : Cawapres Prabowo dari Unsur Nasionalis
Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) berfoto bersama Presiden PKS Sohibul Iman (kiri), Sekjen PAN Eddy Soeparno (kanan) serta Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat dari Partai Koalisi Asyik, Sudrajat (kedua kiri) - Ahmad Syaikhu (kedua kanan) saat pertemuan di Jakarta, Kamis (1/3/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA--Partai Gerindra melirik sosok dari kalangan nasionalis sebagai cawapres setelah memastikan akan mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan kriteria calon pendamping Prabowo yang pasti adalah yang bisa menaikkan elektabilitas Ketua Umum Gerindra itu. Kriteria itu, ujarnya, adalah sosok nasionalis.

"Pokoknya dari kalangan nasional," katanya di Kompleks Parlemen, Rabu (7/3). Menurutnya selain mampu menaikkan elektabilitas sosok tersebut juga yang bisa kerjasama dengan presiden nantinya.

Pada bagian lain, Anggota Komisi I DPR itu menegaskan bahwa partainya tidak menginginkan adanya calon tunggal di Pilpres nanti.

"Karena itu segenap seluruh kader Gerindra berkali-kali minta agar Pak Prabowo menjadi calon presiden,” ujarnya.

Dia memastikan seluruh kader meminta hanya nama pak Prabowo, tidak ada calon lain untuk capres 2019.

Sebelumnya, menanggapi desakan kadernya untuk mendeklarasikan diri sebagai capres,  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan tidak perlu buru-buru. Prabowo pun belum mau banyak menanggapi permintaan tersebut.

"Masih lama ini. Agustus, kan, masih lama," kata Prabowo beberapa waktu lalu.

Agustus 2018 adalah waktu pendaftaran calon presiden dan wakil presiden 2019.

Pendaftaran tepatnya dibuka pada 4-10 Agustus 2018. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017.

"Ya nanti kita lihatlah," kata mantan Danjen Kopassus tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilpres 2019
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top