Ketua MPR: Kasus Novel Baswedan Tidak Selesai, Presiden Dirugikan

Kepulangan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dari Singapura dinilai Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai momentum penyelesaian kasus kekerasan terhadap penegak hukum tersebut.
Lingga Sukatma Wiangga | 22 Februari 2018 14:53 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan disambut anak dan istrinya setibanya dari Singapura di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (22/2/2018). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Kabar24.com, JAKARTA—Kepulangan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dari Singapura dinilai Ketua MPR RI Zulkifli Hasan sebagai momentum penyelesaian kasus kekerasan terhadap penegak hukum tersebut.

Zulkifli yang juga menjabat Ketua Umum PAN, salah satu partai koalisi pemerintah, mengatakan jika masalah tidak diselesaikan akan merugikan Presiden Joko Widodo. Terlebih saat ini memasuki tahun politik dan kinerja presiden salah satunya terkait masalah hukum dan keamanan akan disorot.

“Kalau ini tidak selesai yang dirugikan Presiden apa lagi ini sudah masuk tahun politik, Agustus sudah pendaftaran capres dan cawapres. Pada akhirnya tentu Presiden yang akan dirugikan,” ujar Zulkifli di kompleks parlemen, Kamis (22/2/2018).

Oleh karena itu menurut Zulkifli kepolisian harus didesak menyelesaikan kasus yang hampir berumur setahun tersebut.

“Momentum kepulangan Novel Baswedan menjadi koreksi bagi aparat kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini agar tidak menjadi isu yang tidak berkesudahaan. Oleh karena itu saya meminta kepolisian dapat menuntaskan kasus ini. Apa pun sampaikan ke publik secara transparan sehingga tidak timbul dugaan yang merugikan aparat yang sudah bekerja bagus, citranya bisa menjadi tidak baik,” ujarnya.

Seperti diketahui, siang ini Novel Baswedan sampai di gedung KPK. Sebelumnya, selama 10 bulan Novel berada di Singapura untuk menjalani pengobatan dan pemulihan setelah disiram air keras yang mengakibatkan kerusakan salah satu matanya.

Novel dikenal sebagai penyidik senior di lembaga antirasuah yang memiliki integritas tinggi. Pihak kepolisian masih sulit melacak penyerang Novel.

 Kepolisian menilai pengungkapan kasus ini lebih sulit dibandingkan menguak kasus terorisme. Salah satu sebabnya, penyerangan Novel bersifat hit and run.

Di sisi lain, terkait rencana pembentukan tim gabungan pencari fakta atau TGPF untuk menyelesaikan kasus ini, menurut Zulkifli lebih baik serahkan dahulu kepada kepolisian. Pembentukan TGPF menurutnya jalan terakhir yang harus ditempuh.

“Saya percaya polisi bisa menyelesaikan ini. Tapi kalau tidak, harus membuat tim. Apa boleh buat. Sudah hampir setahun kasih lah di satu bulan ini kalau tidak bisa itu jalan keluar yang terakhir,” ujarnya.

Tag : novel baswedan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top