Tersangkut Penipuan Rp24 Triliun, India Tutup Cabang Bank yang Bermasalah

Penyelidik India menutup sebuah kantor cabang bank BUMN yang terkait praktik penipuan senilai US$1,77 miliar atau sekitar Rp24 triliun, penipuan bank terbesar sepanjang sejarah negara itu.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 19 Februari 2018 16:26 WIB
Sebuah gerai perhiasan milik Nirav Modi di New Delhi, India, pada Kamis (15/2). - Reuters/Adnan Abidi

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelidik India menutup sebuah kantor cabang bank BUMN yang terkait praktik penipuan senilai US$1,77 miliar atau sekitar Rp24 triliun, penipuan bank terbesar sepanjang sejarah negara itu.

Central Bureau of Investigation (CBI), yang memimpin penyelidikan, memasang pengumuman di depan kantor cabang yang berada di Mumbai Selatan dan melarang siapapun memasukinya. Seperti dilansir Reuters, Senin (19/2/2018), penyelidik sebelumnya telah menangkap tiga orang termasuk dua karyawan Punjab National Bank (PNB) terkait kasus penipuan yang dilakukan pengusaha perhiasan ternama Nirav Modi.

Dua karyawan bank itu ditangkap oleh polisi dikarenakan melakukan kerja sama atau kolusi dengan perusahaan perhiasan milik Modi dan pengusaha perhiasan lainnya, Mehul Choksi. Keduanya membuat surat pengalihan perusahaan palsu ke cabang bank India lain yang ada di luar negeri. 

Bank tersebut kemudian meminjamkan uang kepada mereka berdasarkan jaminan dari PNB. Surat-surat palsu itu dibuat oleh dua pegawai PNB yang telah ditangkap dan diadili di pengadilan di Mumbai, pekan lalu.

Polisi menggeledah kantor cabang yang bermasalah dan menginterogasi lima pejabat PNB lainnya, sehingga sekarang sudah ada 11 orang pegawai PNB yang ditanyai polisi. 

Sejak kasus ini diungkap pada Rabu (14/2), saham PNB, bank BUMN terbesar kedua India, telah turun secara berturut-turut sekitar 6,7%. Jatuhnya harga saham turut memangkas valuasi pasar bank tersebut hingga US$1,7 miliar. 

Adapun bank-bank lain yang turut tersangkut praktik penipuan ini adalah UCO Bank, Union Bank of India, dan State Bank of India. PNB mengungkapkan praktik pemalsuan dan penipuan itu telah berlangsung sejak 2011. 

Menurut catatan otoritas pajak India, bank-bank yang terkait berisiko kehilangan lebih dari US$3 miliar, termasuk dalam bentuk pinjaman langsung yang diberikan ke perusahaan milik Modi dan Choksi.

Modi, yang produknya digunakan sejumlah artis Hollywood seperti Kate Winslet dan Dakota Johnson, belum mengomentari tuduhan penipuan ini. Polisi mengatakan Modi dan keluarganya meninggalkan India sebelum PNB mengajukan keluhan atas dugaan kecurangan tersebut.

Tag : india
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top