Ini Kata Dokter Gigi tentang Bahaya Albothyl

Badan POM telah melarang peredaran policresulen cairan obat luar konsentrat 36% yang terdapat di Albothyl. Di pasaran, obat ini diedarkan oleh PT Pharos Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Februari 2018  |  10:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Badan POM telah melarang peredaran policresulen cairan obat luar konsentrat 36% yang terdapat di Albothyl. Di pasaran, obat ini diedarkan oleh PT Pharos Indonesia.

Benarkah penggunaan policresulen justru memperparah kondisi pasien? Dokter gigi Endah Ayu Tri Wulandari, Kepala Divisi Ilmu Penyakit Mulut, Departemen Gigi dan Mulut RSCM membenarkan penggunaan bahan kimia policresulen pada kasus tertentu justru bisa memperparah penyakit/kelainan rongga mulut, seperti sariawan. Ia menemukan banyak pasien yang mendatangi dirinya terkena efek samping dari pemakaian policresulen.

Pada kasus tertentu, kata Endah, penggunaan policresulen memang memperparah kondisi. "Dari beberapa kasus yang saya tangani, pasien awalnya mengaku sariawan. Saya tidak tahu awalnya bagaimana. Setelah penggunaan policresulen, datang ke saya dengan kondisi parah,” katanya, Kamis (15/2/2018).

Dokter gigi yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi dan Kerja Sama Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia (ISPMI) ini berujar hal itu didasarkan atas beberapa pasien yang telah mendatanginya untuk berobat. Menurut catatannya, lebih dari 20 pasien yang terkena efek samping policresulen menyebut merek Albotyhl sebagai obat luar sebelum datang kepada dirinya lantaran penyakit sariawan yang diderita tak kunjung sembuh.

Awalnya, kata Endah, ia pernah menangani pasien dengan mulut sampai bolong karena jaringannya mati. "Dan setelah ditanya-tanya, ternyata dia sebelumnya sariawan, lalu menggunakan obat tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Endah mengatakan belum ada studi ilmiah yang membuktikan penggunaan policresulen dapat menyembuhkan penyakit atau kelainan rongga mulut, seperti sariawan. Hingga kini, belum ada studi dan bukti ilmiah yang mengatakan penggunaan policresulen untuk rongga mulut aman digunakan. “Kalau dari sisi ilmu penyakit mulut, semua sariawan tidak boleh pakai policresulen,” ujarnya.  

Sebelumnya, di media sosial sempat viral sebuah surat yang dikeluarkan BPOM bernomor B-PW.03.02.343.3.01.18.0021 mengenai rekomendasi hasil kajian aspek keamanan pasca-pemasaran policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36%. Surat bertanggal 3 Januari 2018 tersebut ditujukan kepada PT Pharos Indonesia.

Dalam surat tersebut tertulis belum ada bukti dan studi ilmiah yang mendukung penggunaan policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36% dapat disetujui. Selain itu, rekomendasi tersebut juga didasarkan atas adanya laporan bahwa penggunaan policresulenkonsentrat 36% telah menyebabkan chemical burn pada mucosa oral oleh konsumen.

“Karena itu, policresulen cairan obat luar konsentrat 36% tidak lagi direkomendasikan penggunaannya untuk indikasi pada bedah, dermatologi, otolaringologi, stomatologi, dan odontologi. Karena itu, policresulen dalam bentuk sediaan carian obat luar konsentrat 36% tidak boleh beredar lagi untuk indikasi tersebut,” demikian rekomendasi BPOM dalam surat tersebut. 

Kepala BPOM Penny K. Lukito meminta masyarakat tidak menggunakan obat Albothyl seiring dengan viralnya rekomendasi badan tersebut baru-baru ini. "Sementara ini jangan digunakan," katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpom

Sumber : Tempo.co

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top