BIN: Penyerangan Pemuka Agama dan Rumah Ibadah Kepentingan Politik

Kepala Badan Intelijen Negara atau BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan mengatakan ada pihak yang memelintir penganiayaan terhadap pemuka agama dan penyerangan terhadap rumah ibadah yang terjadi akhir-akhir ini untuk kepentingan politik
Lingga Sukatma Wiangga | 15 Februari 2018 23:34 WIB
Petugas kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus penyerangan di Gereja Katholik St. Lidwina, Jambon, Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (11/2). Polisi berhasil mengamankan satu tersangka dan masih melakukan penyelidikan terkait kasus penyerangan gereja yang melukai sejumlah umat serta merusak sejumlah fasilitas gereja dengan senjata tajam. ANTARA FOTO - Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Badan Intelijen Negara atau BIN Jenderal Polisi Budi Gunawan mengatakan ada pihak yang memelintir penganiayaan terhadap pemuka agama dan penyerangan terhadap rumah ibadah yang terjadi akhir-akhir ini untuk kepentingan politik.

“Ada pihak pada tahun politik memelintir melalui sarana hoax lewat media sosial kita, sehingga mungkin membuat suasana jadi resah, adu domba, memprofokasi mungkin untuk kepentingan politik. Kita harus waspada, jangan mudah terpancing, masyarakat juga jangan terprovokasi,” tuturnya di Kantor Wakil Presiden, Kamis (15/2).

Sebelumnya, terjadi penganiayaan terhadap KH Emon Umar Basyri yang merupakan tokoh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada 27 Januari. Aparat berwenang menyebut pelaku tak waras.

Adapun pada 1 Februari Ustadz Prawoto yang merupakan aktivis Persatuan Islam (Persis) diserang oleh tetangga yang mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu mengakibatkan korban meninggal dunia.

Selain itu pada Minggu (11/2) Pastor Edmund Prier dan jemaat Gereja Santa Lidwina, Sleman, DI Yogyakarta mendapat serangan menggunakan pedang. Hal itu menyebabkan Pastor Edmund dan dua jemaat terluka. Untuk kasus terakhir kepolisian mengindikasikan pelaku terpengaruh paham radikalisme.

Keterlibatan ISIS

Dia menyebut, pihak-pihak tersebut kebanyakan berasal dari dalam negeri. Di sisi lain, dia pun menyebut dalam tahun politik ini pihaknya pun mengendus ada dugaan gerakan dari ISIS untuk mengacaukan situasi keamanan nasional.

“Ada [kemungkinan keterlibatan ISIS]. Banyak beberapa rencana mereka kita gagalkan. Mencegah itu semua. Kalau ini kita sudah selidiki,” ujarnya.

Tag : bin
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top