Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wapres JK: Lebih Baik Mana, Sekolahnya Dibawa ke Sini atau Kirim Mahasiswa ke Luar?

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai rencana masuknya universitas dari luar negeri ke Indonesia lebih efisien dalam mengadopsi pendidikan yang lebih maju dibandingkan dengan mengirimkan mahasiswa Indonesia ke manca negara dengan menggunakan dana beasiswa Pemerintah
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 07 Februari 2018  |  17:48 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah), dan Menkeu Sri Mulyani, disela-sela rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/7). - ANTARA/Rosa Panggabean
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah), dan Menkeu Sri Mulyani, disela-sela rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/7). - ANTARA/Rosa Panggabean

Bisnis.com, DEPOK — Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai rencana masuknya universitas dari luar negeri ke Indonesia lebih efisien dalam mengadopsi pendidikan yang lebih maju dibandingkan dengan mengirimkan mahasiswa Indonesia ke mancanegara dengan menggunakan dana beasiswa pemerintah.

Dengan beroperasinya universitas asing di dalam negeri, katanya, kesempatan pelajar Indonesia lebih terbuka untuk merasakan pengalaman mengenyam pendidikan di perguruan tinggi asing dengan kualitas terbaik di dunia.

"Triliunan kita [pemerintah] biayai [melalui program] LPDP. Mana yang lebih baik? Kita bawa sekolahnya ke sini sehingga lebih banyak anak yang bisa sekolah,"  ujarnya di sela-sela acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 yang bertempat di Pusdiklat Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/2/2018).

Wapres Kalla menjelaskan dengan masuknya perwakilan resmi perguruan tinggi asing ke dalam negeri, akan mendorong praktisi pendidikan di Tanah Air bertukar ilmu dan memiliki pembanding dalam mengembangkan dunia pendidikan.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan membuka peluang bagi universitas asing ternama untuk beroperasi di Indonesia.

Universitas luar itu nantinya harus menggandeng perguruan tinggi swasta di Indonesia. Dalam hal ini menteri pendidikan menekanan program studi prioritas diantaranya bidang sains, teknologi, keinsinyuran, matematika, bisnis, dan manajemen.

Targetnya ada sekitar 10 perguruan tinggi asing yang akan beroperasi di Indonesia pertengahan 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla beasiswa Wapres JK lpdp
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top